👁️ Dilihat: 62 kali

Kerinci, Suara Independent.com – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini, Apt., Ns., menghadiri pembukaan Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”, festival tersebut menjadi wadah promosi sekaligus upaya memperkuat daya saing kopi Kerinci dan Kota Sungai Penuh agar semakin dikenal, baik di pasar nasional maupun internasional.

Pembukaan festival dihadiri Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci Zainal, Sekda Kota Sungai Penuh Alpian, Ketua TP-PKK Kabupaten Kerinci, jajaran OPD, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah, termasuk perwakilan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, BUMN dan BUMD.

Dalam rangkaian pembukaan, Wali Kota Alfin turut mendampingi Bupati Kerinci Monadi. Alfin mengapresiasi pelaksanaan Festival Kopi Kerinci Tanah Surga yang dinilainya dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi dan kualitas kopi daerah kepada pasar yang lebih luas.

Menurut Alfin, pengembangan kopi tidak hanya berkaitan dengan promosi produk, tetapi juga menyangkut peningkatan nilai ekonomi bagi petani serta penguatan kerja sama antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Festival ini merupakan langkah positif dalam memperkenalkan kopi unggulan daerah. Kami mendukung penuh penyelenggaraan Festival Kopi Kerinci Tanah Surga sebagai agenda tahunan yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Alfin.

Ia berharap kopi yang dihasilkan petani Kerinci dan Kota Sungai Penuh semakin memiliki daya saing, sehingga peluang untuk masuk ke pasar ekspor dan dikenal di industri kopi dunia semakin terbuka.

Selain sebagai ajang promosi kopi lokal, Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung sektor pariwisata, serta membuka ruang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif untuk mengembangkan produk mereka.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat identitas kopi Kerinci sebagai salah satu potensi unggulan daerah dan mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan.

Edi Tanjung