👁️ Dilihat: 3 kali

KERINCI, Suara Independent.com – Kopi Kerinci kembali mendapat panggung untuk memperkuat posisi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Upaya tersebut ditandai dengan dibukanya Festival Kopi Kerinci 2026 oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (19/9/2026).

Pembukaan festival berlangsung meriah dan diikuti berbagai kalangan yang berkaitan dengan sektor kopi maupun pengembangan ekonomi daerah. Petani, kelompok tani, pelaku UMKM, pengusaha, barista, komunitas kopi, tokoh masyarakat, tokoh adat serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah pejabat dari Provinsi Jambi dan daerah tetangga juga terlihat dalam acara pembukaan. Di antaranya Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby Fathir Nashari, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., serta Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, S.E.

Mewakili Gubernur Jambi hadir Kepala Dinas DP3AP2 Drs. Atma Jaya, M.Si. Dari jajaran legislatif tampak Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., Wakil Ketua dan anggota DPRD Kerinci, serta sejumlah Ketua DPRD kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Dari unsur keamanan dan pemerintahan daerah hadir Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro bersama jajaran Forkopimda. Turut hadir Sekda Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, S.P., M.Si., Sekda Kabupaten Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi, S.IP., S.E., M.M., dan Sekda Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., serta sejumlah kepala OPD, camat, pejabat instansi vertikal dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menempatkan kopi bukan hanya sebagai hasil perkebunan yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, perkembangan kopi juga tidak terlepas dari kehidupan petani, kekayaan alam, budaya dan kreativitas masyarakat Kerinci.

“Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas dan kerja keras masyarakat,” ujar Monadi.

Ia mengatakan pemerintah daerah ingin hasil pertanian Kerinci memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Karena itu, produk yang dihasilkan petani tidak seharusnya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi perlu mendapat sentuhan pengolahan dan inovasi agar menghasilkan produk dengan nilai tambah.

Dalam konteks tersebut, Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan potensi kopi daerah sekaligus mempertemukan mata rantai industri kopi. Mulai dari petani sebagai produsen, pelaku usaha, UMKM, barista, roaster hingga komunitas kopi dapat saling berinteraksi dan membangun peluang kerja sama.

Monadi juga menyoroti peluang besar yang dapat dimanfaatkan generasi muda melalui sektor kopi.

Ia menyebut keterlibatan anak muda tidak harus selalu dimulai dari sektor budidaya. Berbagai bidang lain dapat dikembangkan, seperti menjadi barista, roaster, pelaku usaha, pembuat konten, desainer kemasan, pemasaran digital, pengembangan agrowisata maupun menciptakan produk turunan kopi.

Karena itu, menurutnya, pengembangan industri kopi membutuhkan ekosistem yang mampu memberikan ruang bagi kreativitas dan kewirausahaan generasi muda.

“Jangan sampai kopi Kerinci hanya dikenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas, dan kreativitas masyarakat Kerinci,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Monadi berharap keberadaan festival tersebut dapat ikut memperkuat identitas Kabupaten Kerinci. Potensi kopi dinilai dapat berjalan beriringan dengan sektor pertanian, pariwisata dan konservasi yang menjadi bagian penting dari karakter daerah.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat identitas dan citra Kabupaten Kerinci sebagai daerah pertanian, pariwisata dan konservasi,” kata Monadi.

Ia berharap festival kopi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi agenda yang semakin berkualitas dan memberikan dampak ekonomi bagi petani serta pelaku usaha lokal.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati Kerinci Monadi secara resmi membuka Festival Kopi Kerinci 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Festival yang digelar di kawasan Lindung Jaya tersebut selanjutnya menjadi ruang bagi pelaku kopi, masyarakat dan generasi muda untuk memperkenalkan produk, kreativitas serta potensi kopi Kerinci kepada khalayak yang lebih luas.

Penulis Editor : Yuni Marina