👁️ Dilihat: 36 kali

KERINCI, Suara Independent.com – Angka 3.805 menjadi salah satu daya tarik dalam Festival Kopi Kerinci 2026. Sebanyak 3.805 gelas kopi diseduh dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengunjung saat festival resmi dibuka di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Sabtu (19/9/2026).

Bukan tanpa alasan jumlah tersebut dipilih. Angka 3.805 merupakan simbol ketinggian Gunung Kerinci yang mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL). Simbol tersebut sekaligus menjadi cara untuk menghubungkan ikon alam Kerinci dengan potensi kopi yang tumbuh dan dikembangkan masyarakat setempat.

Festival Kopi Kerinci 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. dan berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan sajian kopi, tetapi juga mempertemukan petani, kelompok tani, barista, pelaku UMKM, pengusaha, komunitas kopi, generasi muda dan masyarakat dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi kopi serta ekonomi kreatif daerah.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan turut menghadiri pembukaan. Gubernur Jambi diwakili Kepala Dinas DP3AP2 Drs. Atma Jaya, M.Si., sementara dari Bank Indonesia hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Robby Fathir Nashari.

Turut hadir Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., Wakil Ketua dan anggota DPRD Kerinci, serta sejumlah Ketua DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Dari unsur Forkopimda hadir Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro bersama jajaran. Sementara jajaran pemerintahan daerah di antaranya Sekda Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, S.P., M.Si., Sekda Kabupaten Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi, S.IP., S.E., M.M., dan Sekda Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M.

Kehadiran tamu undangan juga berasal dari berbagai unsur pemerintahan, termasuk staf ahli, asisten, kepala OPD, kepala instansi vertikal dan camat. Tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, penggiat kopi, barista, kelompok tani dan masyarakat turut memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengatakan pengembangan kopi tidak cukup hanya mengandalkan produksi biji kopi. Menurutnya, komoditas pertanian perlu dikembangkan lebih jauh agar mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah dan memiliki daya saing.

Bagi Monadi, kopi juga merupakan bagian dari identitas masyarakat dan lingkungan tempat kopi tersebut tumbuh.

“Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas dan kerja keras masyarakat,” ujar Monadi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar potensi pertanian tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Pengolahan, inovasi produk dan pengembangan pasar dinilai penting agar manfaat ekonomi dari komoditas kopi dapat dirasakan lebih luas.

Festival Kopi Kerinci kemudian menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai mata rantai tersebut. Petani dapat memperkenalkan hasil produksinya, sementara pelaku usaha, barista, UMKM dan komunitas memiliki ruang untuk menunjukkan produk maupun kreativitas masing-masing.

Bupati Monadi juga mengajak generasi muda mengambil bagian dalam pengembangan industri kopi Kerinci.

Menurutnya, peluang di sektor tersebut tidak hanya terbuka bagi mereka yang ingin menjadi petani. Anak muda dapat mengembangkan berbagai bidang, seperti barista, roaster, pengusaha, pembuat konten, desain kemasan, pemasaran digital, agrowisata hingga inovasi produk kopi.

Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk membangun ekosistem kopi yang lebih kreatif dan mampu mengikuti perkembangan pasar.

“Jangan sampai kopi Kerinci hanya dikenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas, dan kreativitas masyarakat Kerinci,” tegasnya.

Untuk menghidupkan suasana festival, panitia menghadirkan berbagai kegiatan yang berkaitan langsung dengan dunia kopi dan ekonomi kreatif.

Setelah seremoni pembukaan, para tamu undangan meninjau sejumlah stan barista dan UMKM/Ekraf berbasis kopi. Pengunjung juga dapat melihat beragam produk serta kreativitas pelaku usaha yang ditampilkan dalam festival.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar dan talkshow kopi, Kompetisi Green Bean serta Kompetisi Manual Brewing atau V60. Selain itu, terdapat kegiatan hilirisasi dan lomba kreativitas kopi, pameran, Coffee Experience, serta pertunjukan seni budaya.

Rangkaian tersebut membuat festival tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, promosi produk, kompetisi dan pertemuan antara pelaku dalam ekosistem perkopian.

Penyajian 3.805 gelas kopi gratis menjadi salah satu momen yang menonjol dalam pelaksanaan festival tahun ini.

Jumlah tersebut membawa pesan simbolis: 3.805 MDPL, ketinggian Gunung Kerinci yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Kerinci.

Kopi dan Gunung Kerinci kemudian dipertemukan dalam satu simbol. Jika Gunung Kerinci menggambarkan kekayaan alam, maka kopi menjadi salah satu potensi pertanian yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Monadi berharap Festival Kopi Kerinci dapat terus berkembang sekaligus memperkuat citra daerah sebagai kawasan yang memiliki potensi pertanian, pariwisata dan konservasi.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat identitas dan citra Kabupaten Kerinci sebagai daerah pertanian, pariwisata dan konservasi,” kata Monadi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi festival yang semakin berkualitas dan mampu memberikan manfaat bagi petani, pelaku UMKM, dunia usaha, generasi muda dan masyarakat.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Kerinci Monadi secara resmi membuka Festival Kopi Kerinci 2026.

Selama dua hari pelaksanaan, 19–20 September 2026, Lapangan M10 Kayu Aro menjadi ruang bertemunya kopi, kreativitas, ekonomi kreatif, seni budaya dan masyarakat.

Dari angka 3.805 gelas kopi yang diseduh, Festival Kopi Kerinci 2026 membawa pesan bahwa kopi Tanah Kerinci tidak hanya berbicara soal hasil perkebunan, tetapi juga tentang petani, kualitas, inovasi, budaya dan peluang ekonomi masyarakat.

Penulis Editor : Yuni Mariana