Kerinci.MSNC – Keindahan alam Danau Kerinci yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Sakti Alam Kerinci seolah tercoreng oleh kondisi kebersihan yang memprihatinkan. Selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M, kawasan wisata ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Namun, banyak dari mereka mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik, menciptakan kesan negatif terhadap destinasi unggulan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah plastik, sisa makanan, hingga kemasan minuman tampak mengotori area sekitar Danau Kerinci, mulai dari lokasi parkir, jalur pejalan kaki, hingga area kuliner dan tempat swafoto favorit wisatawan. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang untuk menikmati panorama danau yang memesona serta udara sejuk khas pegunungan.
Keluhan pun mulai bermunculan dari para wisatawan. Suhendri Salah satu pengunjung asal Riau mengungkapkan rasa kecewanya saat melihat banyaknya sampah yang tidak terkelola dengan baik.
“Danau Kerinci ini luar biasa indah, udaranya segar, pemandangannya menakjubkan. Tapi sayang sekali, kesan itu jadi rusak karena banyaknya sampah yang tidak dibersihkan. Padahal ini bisa jadi potensi wisata yang sangat besar,” ungkapnya.
Tidak hanya wisatawan, pelaku usaha lokal yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata juga merasa prihatin. Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan ini secara serius dan berkelanjutan. Keberadaan petugas kebersihan yang minim serta fasilitas tempat sampah yang tidak memadai menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tumpukan sampah kian tak terkendali, terutama saat lonjakan kunjungan wisatawan.
“Kami sebagai pedagang di sini juga merasa terganggu. Sampah banyak, tapi tidak ada yang mengangkutnya secara rutin. Ini bisa bikin wisatawan kapok datang lagi. Harapan kami, pemerintah bisa lebih peduli dan menyiapkan petugas atau sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujar salah seorang pedagang makanan di tepi Danau Kerinci.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, khususnya dinas-dinas yang membidangi kebersihan dan pariwisata. Pasalnya, kenyamanan dan kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan pengunjung, yang secara langsung berdampak pada citra dan keberlanjutan sektor pariwisata daerah.
Kawasan Danau Kerinci yang telah dikenal sebagai ikon wisata Jambi seharusnya menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan wisata yang bersih, nyaman, dan ramah pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola objek wisata, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian serta kebersihan kawasan tersebut.
Selain itu, kesadaran wisatawan juga menjadi faktor penting. Edukasi dan ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu digencarkan melalui berbagai media, baik secara langsung maupun melalui papan peringatan dan informasi di lokasi wisata.
“Kalau kita ingin pariwisata Kerinci berkembang dan mendunia, maka kebersihan harus menjadi perhatian utama. Karena wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tapi juga ingin merasa nyaman dan dihargai,” kata seorang pengunjung asal Jakarta.
Diharapkan, ke depan akan ada langkah konkret dan terukur dari pemerintah untuk menanggulangi persoalan ini. Baik melalui peningkatan fasilitas pendukung kebersihan, penambahan personel petugas, hingga pelibatan aktif masyarakat dan komunitas peduli lingkungan dalam menjaga kawasan wisata tetap bersih dan asri.
Dengan penanganan yang tepat dan sinergi yang kuat antar pihak, Danau Kerinci akan tetap menjadi destinasi wisata kebanggaan yang bukan hanya indah secara visual, namun juga nyaman dan berkesan di hati setiap pengunjung.
Penulis ( EDI .TANJUNG ) : Editor : Edi Tanjung





Tinggalkan Balasan