SUNGAl PENUH.Media.Sindent.Com– Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang akan digelar di Provinsi Banten pada 7 Februari 2026. Hal disampaikan saat ketua PWI Jambi H Riduan Agus bersilaturahmi.Kamis (29/01/2026).
Menurut Alfin, peringatan HPN merupakan momentum penting bagi insan pers nasional untuk terus memperkuat peran strategis media dalam pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa pers memiliki kontribusi besar dalam menjaga demokrasi, menyampaikan informasi yang berimbang, serta mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
āDisebutnya, bahwa Pers adalah pilar demokrasi. Melalui HPN ke-80 ini, diharapkan insan pers semakin profesional, independen, dan berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah maupun nasional,ā ujar Alfin.
“Wali Kota Alfin, berharap peringatan HPN ke-80 dapat menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi insan pers untuk terus meningkatkan kualitas jurnalistik yang beretika, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Secara khusus,berkaitan dengan keberadaanĀ Pers dikotaĀ Sungai Penuh, baik anggota PWI maupun organisasi Wartawan lainnya, sangat besar dan berperan aktif menyebarkan informasi pembangunan dan program prioritas yang sedang dan akan dilaksanakan sejalan dengan Visi Dan MisiĀ Pemkot Sungai Penuh.” Tegas Alfin.
“Sementara Ketua PWI Jambi H Riduan AgusĀ Dpt. Menyelaskan, tentang pelaksanaan HPNĀ itu sendiri berlandaskan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional ke 80 tahun 2026 iniĀ direncanakan digelar tiga hariĀ sesuai dengan dijadwalkan 7 Februari 2026 dan puncak 9 Februari 2026 di Provinsi Banten,Ā yang akanĀ dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Untuk Tahun 2026 adapun tema yang diusung pada HPN ke-80 adalah āPers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.ā Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan bangsa saat ini, di mana pers diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan persatuan Nasional.
“Ditambahnya, Pers Sehat dan profesional,dimaksudĀ bekerja sesuai kode etik jurnalistik, akurat, berimbang, melakukan verifikasi, tidak menyebar hoaks, serta bertanggung jawab kepada publik.
Sehat secara kelembagaan dan ekonomi Perusahaan pers dikelola secara profesional, wartawan sejahtera, dan media tidak bergantung pada tekanan politik atau kepentingan tertentu demi bertahan hidup.
Berdaulat (independen)
- Disampaikan, Pers bebas dari intervensi kekuasaan, pemilik modal, atau kelompok kepentingan, dimaksudĀ mampu menyuarakan kebenaran dan kepentingan publik tanpa takut ditekan sehinga fungsinya sebagai kontrol sosial berjalan.
Singkatnya, pers sehat berdaulat adalah pers yang profesional, mandiri, bermartabat, dan berpihak pada kebenaran serta kepentingan rakyat, bukan pada kekuasaan”Papar Ketua PWI.(Red).





Tinggalkan Balasan