👁️ Dilihat: 65 kali

SUNGAI PENUH, MEDIA SINDENT – Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin, S.H., terus menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan sampah secara terpadu dan berkelanjutan. Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional Kota Ekologi (RKE) kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah kota.

Sebagai langkah nyata di lapangan, sebanyak 36 tenaga pemilah sampah dan 5 operator mesin di TPST RKE mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para petugas dalam memilah sampah organik dan anorganik, sekaligus mengasah kemampuan teknis operator dalam mengoperasikan mesin pengolah sampah secara optimal.

“Pelatihan akan terus kita laksanakan hingga semua petugas memiliki kecakapan sesuai standar, baik dalam memilah maupun mengolah sampah secara profesional,” jelas Lea Desnifa, ST, MT, tenaga teknis DLH yang terlibat aktif dalam pembekalan.

Wali Kota Alfin menegaskan, keberadaan TPST RKE merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.

“Dengan adanya TPST ini, kita berharap penanganan sampah di Kota Sungai Penuh dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Wako Alfin, S.H.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif menjaga lingkungan dan mewujudkan Kota Sungai Penuh yang bersih, sehat, dan layak huni.

Dengan penguatan SDM dan sinergi semua pihak, TPST RKE diyakini akan menjadi model pengelolaan sampah modern yang memberi dampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun perekonomian lokal.