👁️ Dilihat: 55 kali

KERINCI MEDIA SINDENT – Menghadapi laju inflasi yang sempat menyentuh angka 5,90 persen (y-on-y) per September 2025, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat melakukan sejumlah langkah strategis demi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya menjelang akhir tahun 2025.

“Kami bersama seluruh perangkat daerah dan instansi terkait terus bekerja keras menjaga kestabilan harga. TPID telah turun langsung ke lapangan melalui operasi pasar serta memperkuat kerja sama antar daerah untuk menjamin ketersediaan bahan pokok,” ujar Bupati Monadi, Sabtu (12/10/2025).

Ketua TPID Kerinci, Zainal Efendi, menjelaskan bahwa sejak Triwulan III 2025, TPID telah melaksanakan beberapa kebijakan penting, antara lain:

  1. High Level Meeting TPID bersama Bank Indonesia Provinsi Jambi.

  2. Penandatanganan MoU antara Pemkab Kerinci dan Perum Bulog Cabang Sungai Penuh.

  3. Kerja sama antar daerah, melalui PKS dengan Kota Jambi (3 Agustus 2025) dan Kabupaten Sarolangun (3 Oktober 2025).

  4. Rapat koordinasi khusus menindaklanjuti rilis inflasi dari BPS.

  5. Operasi Pasar di Desa Talang Kemuning, Desa Lolo Hilir, dan Pasar Hiang pada 9 Oktober 2025, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati H. Murison.

Sekretaris TPID, H. Atmir, memaparkan bahwa inflasi dipicu oleh gangguan pasokan akibat cuaca, preferensi konsumsi terhadap beras lokal, dan hambatan distribusi antar wilayah.

Untuk itu, TPID mengedepankan solusi berupa:

  • Edukasi harga kepada masyarakat

  • Pemanfaatan pangan lokal

  • Distribusi yang lebih merata

  • Penguatan sinergi lintas OPD dan stakeholder pangan

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah hadir di tengah mereka. Edukasi, operasi pasar, dan dukungan langsung kepada petani dan pedagang menjadi kunci agar inflasi tidak memberatkan rumah tangga,” ujar H. Atmir.

Menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TPID telah menyiapkan skema antisipatif. Operasi pasar akan terus dilakukan secara berkala, terutama untuk komoditas rawan seperti cabai merah, daging ayam, beras, dan minyak goreng.

“Kita ingin masyarakat menyambut Nataru dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga. Itu prioritas TPID saat ini,” tambahnya.

Langkah-langkah konkret yang dilakukan menunjukkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya kebijakan administratif, tetapi aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Dengan sinergi antarinstansi, respons cepat terhadap fluktuasi harga, dan kerja sama antardaerah yang kuat, Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis inflasi dapat ditekan, harga tetap stabil, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.