👁️ Dilihat: 94 kali

JAKARTA.SuaraSindent.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, kekuatan militer Republik Islam Iran mengalami lonjakan signifikan, terutama di sektor rudal, drone, dan pertahanan udara. Jika sebelumnya dianggap lemah akibat embargo panjang, kini teknologi persenjataan Iran justru menjadi perhatian serius Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya.

Di bawah kepemimpinan tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran bangkit membangun strategi pertahanan berbasis kemandirian industri militer domestik, sekaligus menjalin kerja sama strategis dengan Rusia dan Tiongkok.

Rudal Balistik & Hipersonik
Iran dikenal memiliki salah satu arsenal rudal terbesar di Timur Tengah.
1️⃣ Fattah-1
Rudal balistik hipersonik pertama Iran.
Kecepatan: Diklaim di atas Mach 5 hingga Mach 15
Kemampuan manuver tinggi
Dirancang sulit dicegat sistem pertahanan udara modern
2️⃣ Fattah-2
Versi pengembangan dengan peningkatan akurasi dan kemampuan penetrasi pertahanan.
3️⃣ Kheybar Shekan
Rudal balistik jarak menengah (MRBM) dengan presisi tinggi dan jangkauan hingga ±1.450 km.
Strategi Iran bukan hanya mengandalkan satu jenis rudal, tetapi kombinasi serangan berlapis untuk membanjiri sistem pertahanan musuh.

Drone Serang & Taktik Saturasi
Iran menjadi pelopor penggunaan drone murah dalam perang modern, terbukti dimedan perang Rusia dan Ukania yang efektif. Drone Shahed-136 dan
Drone kamikaze jarak jauh yang dirancang untuk:
Serangan satu arah (loitering munition)
Biaya produksi relatif rendah
Digunakan dalam taktik “saturasi” untuk menguras pertahanan lawan
Taktik utama Iran adalah mengirim gelombang drone dan rudal lama sebagai umpan, sebelum meluncurkan rudal hipersonik utama.

Sistem Pertahanan Udara
Salah satu sistem yang sering disebut dalam konflik kawasan paling cagih dimiliki Israel yakni Iron Dome
Dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries, sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek. Tetapi Bobol dengan serangan drone Iran, dalam berbagai eskalasi terbaru, sistem ini menghadapi tantangan berat akibat serangan massal dan berlapis.

Kerja Sama dengan Rusia dengan Iran, dari analisis Rusia Nikita Smagin diterbitkan jurnal analisanya untuk Carnegie Politika. Moskow telah meningkatkan pengiriman sistem pertahanan ke Teheran.

Beberapa laporan menyebut Rusia menjual sistem MANPADS “Verba” serta jet tempur modern kepada Iran.
Jet tempur yang dikabarkan senin prsawat Sukhoi Su-35,
Mikoyan MiG-29.

Takalah Dugaan Dukungan Tiongkok, Setelah berakhirnya embargo senjata PBB pada 2023, Iran disebut memperluas kerja sama dengan Tiongkok.
Sistem yang sering disebut dalam laporan internasional:
HQ-9
CM-302
Jet tempur Chengdu J-10C
Jet siluman Chengdu J-20
Selain sistem jadi, Tiongkok juga disebut memasok komponen elektronik dan bahan kimia penting seperti natrium perklorat untuk propelan rudal.

Kekuatan Angkatan Laut
Iran juga memperkuat pangkalan laut strategis seperti Konarak dengan:
Rudal anti-kapal
Drone maritim
Helikopter serang laut
Strategi ini penting untuk mengamankan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia.

Doktrin Militer Iran
Kekuatan Iran bukan hanya pada teknologi canggih, tetapi pada:
✔ Produksi massal rudal dan drone
✔ Taktik saturasi untuk melemahkan pertahanan musuh
✔ Kemampuan perang asimetris
✔ Jaringan proksi regional
Selama puluhan tahun berada di bawah sanksi dan tekanan ekonomi, Iran membangun industri pertahanan berbasis kemandirian teknologi dalam negeri yang kini diperhitungkan secara global.(Red.Syam)