👁️ Dilihat: 64 kali

SUNGAI PENUH, SUARA INDEPENDENT.COM – Dua puluh finalis Bujang Gadis Kota Sungai Penuh Tahun 2026 mendapat pembekalan khusus mengenai pembangunan dan program unggulan daerah. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan yang berlangsung di aula Hotel Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Dalam pembekalan tersebut, Sri Kartini Alfin tidak hanya menyampaikan materi mengenai peran generasi muda, tetapi juga memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Program 3S — Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah.

Program tersebut dijelaskan sebagai bentuk kepedulian sosial yang dibangun melalui semangat gotong royong aparatur sipil negara (ASN) bersama masyarakat yang turut memberikan dukungan.

Di hadapan para finalis yang merupakan putra-putri daerah, Sri Kartini menyampaikan bahwa Program 3S diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut juga dikaitkan dengan upaya mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sri Kartini, keberhasilan sebuah program sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program 3S.

Program 3S Raih Pengakuan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Sri Kartini juga menyampaikan bahwa Program 3S telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Pengakuan itu, menurutnya, ditandai dengan diraihnya penghargaan dari kementerian Republik Indonesia atas inovasi yang dinilai membangun kolaborasi sosial dalam membantu masyarakat.

“Keberhasilan Program 3S tidak terlepas dari semangat gotong royong ASN dan kepedulian masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Selain Program 3S, Sri Kartini memaparkan berbagai perkembangan pembangunan yang tengah berlangsung di Kota Sungai Penuh. Materi tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas wawasan para finalis agar memahami kondisi, potensi, serta berbagai perkembangan daerah yang nantinya dapat mereka sampaikan kepada masyarakat.

Ia menilai, sebagai finalis Bujang Gadis, para peserta memiliki ruang untuk mengambil peran sebagai duta daerah, khususnya dalam memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, prestasi, dan berbagai perkembangan positif Kota Sungai Penuh.

Diskusi Berlangsung Interaktif

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para finalis Bujang Gadis Kota Sungai Penuh tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari Program 3S, pembangunan daerah, hingga peran generasi muda dalam mendukung kemajuan Kota Sungai Penuh.

Berbagai pertanyaan tersebut dijawab Sri Kartini secara rinci dengan mengacu pada informasi dan data yang disampaikan dalam kegiatan. Diskusi pun berlangsung dinamis dan edukatif.

Melalui pembekalan tersebut, para finalis diharapkan tidak hanya memiliki wawasan mengenai budaya dan pariwisata, tetapi juga memahami program-program strategis serta perkembangan pembangunan daerah.

Dengan bekal tersebut, para finalis Bujang Gadis Kota Sungai Penuh Tahun 2026 diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai representasi generasi muda sekaligus turut memperkenalkan potensi dan perkembangan Kota Sungai Penuh dalam berbagai kesempatan.

Editor : Yuni Mariana