👁️ Dilihat: 52 kali

SUNGAIPENUH.SuaraSindent.Com – Keresahan dan kekhawatiran menyelimuti puluhan nasabah Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh. Mereka kkuatirdan cemas bila mengalami nasib serupa seperti sejumlah nasabah di Tanjung Jabung Barat, yang dilaporkan kehilangan dana dalam rekeningnya.

Para ASN datangi Bank 9 Jambi Sungai Penuh Untuk mempertanyakan raibnya dana dari Rekning mereka.

“Senin pagi (23/02/2026) sekitar pukul 08.35 WIB, para nasabah sudah ramai berkumpul di halaman kantor bank 9 jJambi Sungai Penuh untuk mempertanyakan serta memastikan keamanan dana simpanan direkning mereka.

Dari seragam yang dikenakan, mayoritas yang datang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara sebagian lainnya berasal dari kalangan masyarakat umum.

“Dari keterangan beberapa orang ASN, tujuan kedatangan sebagai nasabah, sama untuk meminta penjelasan langsung dari manajemen Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh terkait dugaan gangguan sistem serta laporan hilangnya dana dari rekning mereka.

Salah seorang nasabah, Saipul, mengatakan dirinya datang bersama rekan-rekannya untuk memastikan dana yang tersimpan tetap aman. Ia mengaku khawatir, meski jumlah simpanannya tidak terlalu besar jumlahnya.

“Saya datang untuk memastikan dana saya aman. Memang tidak besar, tapi itu hasil pinjaman dari bank yang cicilannya dipotong dari gaji setiap bulan selama tujuh tahun. Kalau sampai hilang, kami yang susah,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, terlihat jelas raut raut wajah-wajah tegang dan kecewa terlihat di antara para nasabah. Mereka menyayangkan belum adanya penjelasan resmi dari pihak bank saat situasi mulai memanas.

Berdasarkan keterangan sejumlah nasabah dan hasil investigasi di lapangan, terjadi gangguan pada layanan mobile banking (m-banking) yang bersamaan dengan munculnya laporan kehilangan dana dari sejumlah rekening.

Jumlah dana yang dilaporkan hilang bervariasi, mulai dari belasan juta hingga puluhan juta rupiah. Seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya mengaku kaget saat mengetahui saldo rekeningnya berkurang drastis tanpa transaksi yang ia lakukan.

“Ini diketahui ketika ATM, CRM tidak bisa login m-banking. Setelah cek langsung ke bank, saldo saya berkurang lebih dari Rp24 juta. Teman saya juga berkurang Rp17 juta. Kami tidak pernah melakukan transaksi itu,” ungkapnya

“Dengan nada kecewa.
Nasabah lainnya menilai gangguan sistem tersebut bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut keamanan dana. Mereka menuntut kejelasan serta tanggung jawab dari pihak bank.

Ironisnya, di tengah situasi yang memanas, pimpinan cabang Bank 9 Jambi Sungai Penuh belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. Saat ditemui awak media, Pimpinan Cabang, Desi, menyampaikan belum dapat memberikan statement terkait persoalan tersebut, tunggu informasi dari Jambi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini juga belum memperoleh respons resmi dari manajemen pusat. Sikap tersebut justru memicu spekulasi dan memperbesar tanda tanya di kalangan nasabah.

Peristiwa ini menjadi alarm serius, mengingat layanan perbankan digital kini menjadi tulang punggung transaksi keuangan harian, khususnya bagi ASN yang menggantungkan berbagai aktivitas administrasi dan pembayaran melalui sistem perbankan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari manajemen Bank 9 Jambi terkait dugaan gangguan sistem maupun laporan hilangnya dana nasabah.

“Kendati dari keterangan Manajemen Bank9 Jambi, sebagai mana dimensos sudah minta maaf dan menerangkan ada gangguan.

Publik kini menunggu transparansi serta langkah konkret untuk menjamin keamanan dana dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, beberapa aparat kepolisian berseragam terlihat berjaga di halaman kantor bank 9 jambi Sungai Penuh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.