👁️ Dilihat: 86 kali

KERINCI, SuaraSindrnt.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiatif Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak Generasi Emas Indonesia 2045. Program ini bertujuan memberikan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah guna meningkatkan kualitas kesehatan, menurunkan angka stunting, serta meningkatkan konsentrasi belajar.

Standar menu ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Program Makan Berguzi Gratis.(MBG).

Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, MBG juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui pelibatan pelaku usaha pangan di daerah.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah membentuk lembaga khusus melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN). Badan ini memiliki tugas pokok dan fungsi dalam mengelola serta mengawasi pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran dan sesuai standar gizi nasional.

Tiga Kelompok Sasaran MBG
Program MBG menyasar tiga kelompok usia berdasarkan jenjang pendidikan, usia 7–12 tahun (Sekolah Dasar/SD)
Usia 13–15 tahun (Sekolah Menengah Pertama/SMP)
Usia 16–18 tahun (Sekolah Menengah Atas/SMA)

Menurut sebahagian Para pakar gizi yang direlis dari berbagai jurnal, menyebutkan bahwa kebutuhan nutrisi setiap kelompok usia berbeda, menyesuaikan fase pertumbuhan masing-masing anak. Kebutuhan Gizi Usia 7–12 Tahun pada fase ini, anak mengalami pertumbuhan otot dan perkembangan otak yang pesat sehingga membutuhkan Protein tinggi,  ikan (salmon, kembung), ayam, daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe. Pada gase Usia 7–9 tahun: ±40–45 gram/hari dan usia 10–12 tahun lebih kurang 50–55 gram/hari dengan kebutuhan Kalori: sekitar 1.800–2.200 kkal/hari (usia 11–12 tahun) dengan  kebituhan karbohidrat kompleks: nasi merah, pasta gandum, oats, roti gandum
Kalsium & Vitamin D: susu, yogurt, keju
Serat, vitamin, mineral: buah (apel, pir, beri) dan sayuran
Lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun

Dalam jurnal disebutkan juga Kebutuhan Gizi Usia 13–15 Tahun atau Masa remaja ini awal merupakan periode pertumbuhan pesat (growth spurt) sehingga kebutuhan energi meningkat dengan kebutuhan Kalori 2.000–2.400 kkal/hari (laki-laki cenderung lebih tinggi) dengan
Protein tinggi: ikan, daging, telur
Kalsium & zat besi: penting untuk pembentukan tulang dan darah dan sayur dan buah: untuk keseimbangan vitamin dan mineral

Sementa Kebutuhan Gizi Usia 16–18 Tahun pada fase remaja akhir dibutuhkan Kalori
Laki-laki lebih kurang 2.400 kkal/hari
Perempuan: ±2.050 kkal/hari dengan Protein untuk mendukung pertumbuhan tulang dan otot
Kalsium, sekitar 1.300 mg/hari untuk kepadatan tulang dari
Zat besi, remaja perempuan lebih kurang 15 mg/hari
Remaja laki-laki lebih kurang 11 mg/hari dengan Cairan: 2,3–3,3 liter air per hari

Kendati program MBG dinilai telah disusun dengan memperhatikan standar kebutuhan gizi berdasarkan kelompok usia. Namun dalam pelaksanaan dilapangan sudah apa sudah menenuhi star yang dibutuhkan, ditentukan sejauh mana pengawasan dari Badan Gizi Nasional untuk  dilaksanakan pegawsan oleh pihak ketiga dan institusi terlibat dalam program BMG .yang diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif.(Red.Amir syam).