👁️ Dilihat: 47 kali

KERINCI – Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa kesuksesan sektor pariwisata dan ekonomi daerah sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Kamis (12/2).

Rapat yang dihadiri Sekda Zainal Efendi, para kepala perangkat daerah, dan camat ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait pengelolaan lingkungan di daerah.

Dalam arahannya, Bupati Monadi memberikan instruksi keras kepada petugas lapangan terkait pengelolaan sampah. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang tidak terencana.

“Kebersihan adalah wajah daerah. Jika lingkungan kita aman, sehat, resik, dan indah, maka sektor pariwisata akan tumbuh dan ekonomi masyarakat bergerak. Pengelolaan sampah harus sesuai ketentuan, jangan asal buang,” tegas Monadi.

Bupati juga menyoroti peran strategis kecamatan dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Ia mengingatkan bahwa pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten kepada pihak kecamatan harus dibarengi dengan aksi nyata.

  • Optimalisasi Peran: Camat diminta menjadi ujung tombak dalam mengurai masalah penumpukan sampah di tingkat desa dan kelurahan.

  • Gerakan Rutin: Menindaklanjuti laporan Kepala Dinas LH, Neneng Susanti, kegiatan kurve (gotong royong) lintas sektor akan dilakukan rutin setiap bulan di lokasi berbeda, dimulai dari kawasan Danau Kerinci.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Neneng Susanti, dalam laporannya menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI di Kerinci didesain sebagai langkah konkret membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai agenda prioritas lintas sektor. Tujuannya jelas: mewujudkan Kerinci yang bersih untuk mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Edi Tanjung