👁️ Dilihat: 110 kali

KERINCI.Suara Independent.Com-Para petani kentang dutiga kecamatan dikabulkan Kerinci Provinsi Jambi terancam bangkrut, dampak anjoloknya harga jual kentang yang tidak sebanding
biaya pengeluaran produksi dengan harga jual kentang mengalami kerugian cukup besar.

“Serti dijelaskan Suparjo, petani ketang dari Desa Krerisik Tua Kecamaran Kayu Aro Kerinci Provinsi Jambi, menyebutkan biaya produksi yang harus dikeluarkan setiap petani kentang cukup besar, mulai dari pembelian bibit, pupuk dan obat obatan, serta biaya tenaga kerja dan transportasi”jelasnya

“Sementara saat ini, harga jual kentang diprodusi petani kentang, dihargai sangat rendah, normalnya dan biasanya harga jual ketang ditingkat Petani biasa berkisar Rp 7.5000 sampai Rp 8.500 per kilogram sudah sampai digudang atau ditingkat pengepul, kenyataan pahit saat ini dialami petani kentang, sampai digudang membeli dengan harganya Rp 4.000 ribu perkilogram.”tuturnya

“Bila kondisi ini terus berlanjut, semua petani kentang dalam wilayah tiga Kecamatan, akan bangkrut karena kesulitan, untuk menutup modal, bahkan banyak petani kentang yang mengalami kerugian yang akan berahkir bangkrut.

“Dijelasnya, itu terjadi disebabkan biaya untuk tanam kentang cukup besar bisa mencapai puluh juta setiap hektarnya, dimana prosesnya diawali dengan seleksi bibit Ketang yang akan tanaman, biaya perawatan, seperti pemupukan,pembelian obat obatnya yang harga cukup mahal dan itu harus dilakukan sampai proses panen, membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Bila dikakulasi antara biaya dikeluarkan dengan harga jual sangat tidak sebanding,saat ini harga jual hanya Rp 4000 ribu perkilogram, ini jelas petani kentang sangat merugi, hsngsn bicara untung, modalpun tidak kembali, bahkan tekor, sehingga banyak petani memilih menunda panen atau busuk sambil menunggu harga naik,” ujarnya

“Kondisi demikian dirasakan oleh rarusan petani kentang Kayu Aro, perlu diketahui bahwa penopang ekonomi masyarakat berada dalam tiga kecamaran Kayu aro, bersumber dari sektor pertanian hortikultura, dikenal sebagai sentra s
produksi kentang di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

“Harapan pada pemerintah tidak pula berlebihan, mininal adanya perhatian dan langkah konkret untuk dapat membatu petani kentang dapat mengstabilkan harga, jangan sampai petani Ketang merugi terlalu Besar atau membiarkan sampai bangkrut.”tutur Suparjo.(Red/syam)