👁️ Dilihat: 47 kali

KERINCI – Ketika mentari hari kedua Ramadan 1447 Hijriah terbit di ufuk timur, menyinari kemegahan Gunung Kerinci dan hamparan hijau yang membentang luas, sebuah getaran kedamaian mengalir dari lubuk hati pimpinan daerah. Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, didampingi pendamping setianya, Hj. Septi Malinda Murison, hadir menyapa rakyat dengan penuh kelembutan dan rasa hormat yang mendalam.

Bagi Bapak H. Murison, Ramadan di Kabupaten Kerinci bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan simfoni spiritual yang indah, di mana adab bertemu dengan ibadah. Beliau melayangkan sanjungan yang tinggi kepada seluruh masyarakat Kerinci yang dikenal memiliki keteguhan iman sekuat tebing batu dan kelembutan hati seluas danau.

“Saya menyaksikan sendiri betapa indahnya wajah masyarakat Kerinci saat menyambut bulan suci ini. Ada semangat yang luar biasa di setiap surau dan masjid, ada ketulusan di setiap senyum warga yang saling berbagi. Kalian adalah harta paling berharga bagi daerah ini, masyarakat yang tidak hanya cerdas bekerja, namun juga khusyuk dalam menghamba kepada Sang Pencipta,” tutur H. Murison dengan penuh rasa bangga.

Beliau menekankan bahwa memasuki hari kedua puasa ini adalah momentum krusial untuk mengukuhkan niat. Beliau mengajak seluruh warga untuk menjadikan Ramadan sebagai madrasah (sekolah) untuk menempa kesabaran dan keikhlasan. Sanjungan beliau bukan tanpa alasan; menurutnya, kerukunan yang terjaga di tengah kemajemukan masyarakat Kerinci adalah cermin nyata dari keberhasilan ibadah yang sesungguhnya.

Tampil dengan busana muslim yang elegan, memadukan nuansa tradisional dan modernitas, H. Murison dan Hj. Septi Malinda Murison seolah menjadi simbol keharmonisan kepemimpinan di Kerinci. Dalam kesempatan yang penuh khidmat ini, beliau kembali merundukkan hati, menghaturkan permohonan maaf yang tulus tanpa batas.

“Di bulan yang penuh ampunan ini, izinkan kami sekeluarga membasuh kekhilafan dengan permohonan maaf lahir dan batin. Tiada manusia yang sempurna, namun dalam kebersamaan kita akan menemukan kekuatan. Semoga setiap butir peluh kalian saat bekerja sambil berpuasa, dan setiap ayat yang terlantun di malam hari, dicatat sebagai pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.”

Pesan panjang yang penuh kesejukan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi masyarakat untuk terus menjaga kesalehan sosial. Bahwa di bawah naungan kepemimpinan yang peduli, rakyat Kerinci akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih berkah, maju, dan diliputi cahaya iman yang tak pernah padam.

Edi Tanjung