šŸ‘ļø Dilihat: 114 kali

Kerinci Suara Independent .com – Ā Memasuki bulan suci Ramadan, warga Desa Pengasilama, khususnya di bagian hilir, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja pengurus Pamsimas yang baru. Sudah tiga bulan lamanya, air bersih yang menjadi urat nadi kehidupan warga tidak lagi mengalir ke rumah-rumah di wilayah hilir, sementara warga di bagian “mudik” (hulu) tetap lancar menikmati fasilitas tersebut.

Ketimpangan Distribusi di Tengah Kemarau

Warga menyadari bahwa saat ini kondisi cuaca sedang musim kemarau yang berdampak pada debit air. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah ketiadaan sistem giliran yang adil. Warga di bagian hilir merasa dianaktirikan karena tidak mendapatkan giliran air sama sekali, padahal di wilayah mudik air tetap mengalir.

“Kami tahu sekarang kemarau, tapi kenapa yang di bagian mudik bisa menikmati air Pamsimas terus, sementara kami di hilir tidak dapat giliran sama sekali? Ini seperti ada perbedaan ‘anak kandung dan anak tiri’. Kami juga warga yang punya hak yang sama,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kecewa.

Sorotan terhadap Kepengurusan Baru

Kinerja pengurus Pamsimas yang baru dilantik kini menjadi sorotan tajam. Masyarakat menuntut agar pengurus baru ini tidak hanya sekadar duduk di belakang meja atau hanya bisa bicara, tetapi harus memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk terjun langsung ke lapangan.

Beberapa poin tuntutan warga kepada pengurus baru meliputi:

  • Prioritas Keadilan dan Pemerataan: Pengurus didesak untuk segera menyusun jadwal giliran air yang transparan agar warga di bagian hilir juga bisa memenuhi kebutuhan ibadah dan rumah tangga selama Ramadan.

  • Audit Lapangan: Warga meminta pengurus turun langsung melihat kondisi rumah-rumah yang kering total guna memahami realita distribusi di tingkat bawah.

  • Profesionalisme Kerja: Sebagai tim yang baru, pengurus diharapkan membawa perubahan positif, bukan justru membiarkan ketimpangan yang sudah berjalan selama tiga bulan ini berlarut-larut.

Desakan Aksi Nyata

“Kami atas nama masyarakat meminta pengurus yang baru ini segera bekerja nyata. Jangan biarkan kami terus kesulitan air di bulan puasa ini. Kalau memang debit air kecil, buatlah sistem giliran yang adil dan merata sehingga tidak ada warga yang merasa terabaikan,” tambah warga tersebut.

Masyarakat Desa Pengasilama berharap ada tindakan cepat dari pengurus dalam kurun waktu 1×24 jam ke depan. Jika distribusi air tetap timpang, warga berencana meminta mediasi dari pihak Pemerintah Desa dan instansi terkait untuk mengevaluasi kembali struktur kepengurusan Pamsimas tersebut.

RedaksiĀ