👁️ Dilihat: 55 kali

Meramgin MEDIA SiNDENT – Belakangan ini publik Jambi dikejutkan dengan beredarnya informasi di media sosial yang menuding dapur Makan Bersama Gratis (MBG) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin menggunakan rumah bersubsidi. Tuduhan tersebut dengan cepat menyebar dan memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Namun setelah ditelusuri, tuduhan itu ternyata tidak berdasar. Alih-alih membuktikan adanya pelanggaran, narasi tersebut justru sarat dengan fitnah, sentimen politik, dan upaya mencemarkan nama baik. Padahal, tujuan utama program MBG adalah murni sosial, memastikan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bisa menikmati makanan bergizi dan sehat setiap hari.

Faktanya, rumah yang dipersoalkan bukan rumah subsidi. Rumah itu dibeli secara cash oleh pemilik sahnya, lalu disewa secara resmi oleh yayasan untuk dijadikan dapur MBG. Dengan demikian, tidak ada unsur penyalahgunaan fasilitas pemerintah maupun pelanggaran aturan.

Selain itu, penggunaan rumah sewaan sebagai dapur MBG juga tidak bertentangan dengan juknis. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 628/KPTS/M/2025 memang sudah mengatur prototipe/purwarupa gedung khusus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, tetapi aturan itu masih berupa rancangan. Implementasi di lapangan tetap fleksibel, asalkan memenuhi standar kebersihan, kelayakan, dan higienitas.

Menanggapi tuduhan yang beredar, Elviana, anggota DPD RI, menegaskan:

“Saya merasa prihatin dengan tuduhan yang tidak berdasar ini. Rumah itu jelas bukan rumah subsidi, melainkan milik pribadi yang dibayar lunas secara cash. Yayasan hanya menyewa dari pemilik untuk kegiatan sosial. Tuduhan yang dilontarkan adalah fitnah yang mengandung sentimen dan sangat merugikan nama baik saya.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan:

“Sebenarnya hal ini sepele bagi saya kalau hanya sekadar dianggap ikut proyek demi kepentingan pribadi. Yang lebih membuat saya galau adalah masih banyak anak-anak di Jambi, termasuk di Merangin, masih banyak anak belum bisa menikmati makan bergizi gratis. Padahal di daerah lain, hampir semua anak-anak sekolah sudah merasakannya. Itulah yang menggerakkan hati saya untuk membantu percepatan agar program MBG ini benar-benar sampai ke rakyat Jambi.”

Elviana juga mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam gerakan bersama membangun dapur MBG:

“Saya malah menantang, ayo semua anggota dewan dari pusat sampai daerah bergotong royong membangun dapur. Begitu juga dengan LSM, minimal mari ikut membantu pembangunan dapur MBG, bukan malah menebar sentimen. Lihat saja organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah, mereka ikut berkontribusi membangun dapur. Mengapa kita di Jambi tidak bisa melakukan hal yang sama secara kolektif? Kalau semua pihak bergandeng tangan, dapur-dapur MBG bisa cepat berdiri dan manfaatnya langsung dirasakan rakyat.”

Saat ini dapur MBG di Sungai Ulak masih dalam tahap pengerjaan, sehingga wajar bila kondisinya belum sempurna. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan menunggu hasil akhir sebelum memberikan penilaian. Program MBG ini bukan untuk kepentingan politik, melainkan untuk kepentingan masyarakat Jambi.