KERINCI – Nasib petani kulit manis di Kabupaten Kerinci kian memprihatinkan. Dalam beberapa tahun terakhir, harga komoditas andalan daerah tersebut terus mengalami penurunan yang signifikan, membuat para petani harus berjuang keras untuk bertahan hidup.
Penurunan harga kulit manis (kayu manis) ini bukanlah hal baru. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Akibatnya, pendapatan petani semakin menurun, sementara biaya kebutuhan hidup terus meningkat.
Salah seorang petani di Kerinci mengungkapkan bahwa harga jual kulit manis saat ini jauh dari harapan. Bahkan, hasil panen yang seharusnya menjadi sumber penghidupan utama, kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara layak.
“Dulu harga masih bisa diandalkan, sekarang semakin turun. Kami tetap bertani karena tidak ada pilihan lain,” ungkapnya.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk membantu menstabilkan harga kulit manis. Mereka menginginkan solusi nyata, seperti pembukaan akses pasar, penetapan harga dasar, hingga dukungan program pertanian yang berpihak kepada petani.
Selain itu, para petani juga berharap adanya kebijakan strategis yang mampu meningkatkan nilai jual komoditas kulit manis di pasaran, sehingga kesejahteraan petani dapat kembali membaik.
Hingga saat ini, kulit manis masih menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kerinci yang memiliki potensi besar di pasar nasional maupun internasional. Namun tanpa dukungan yang maksimal, para petani khawatir kondisi ini akan terus berlanjut dan berdampak pada menurunnya minat generasi muda untuk bertani.
Edi.T





Tinggalkan Balasan