SUNGAIPENUH.SuaraSindent.Com – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan di RSU MH Thalib Sungai Penuh kembali mencuat. Meski berbagai persoalan disebut telah diselesaikan, komplain serupa terus berulang dan menjadi perbincangan di media sosial. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: di mana letak persoalannya?
Akar Masalah: Ekspektasi vs Realita
Mengutip kajian dari Universitas Airlangga, persoalan pelayanan rumah sakit umumnya berakar pada ketidaksesuaian antara ekspektasi pasien dan kenyataan yang diterima. Ketika harapan terhadap layanan cepat, ramah, dan profesional tidak terpenuhi, maka ketidakpuasan mudah muncul.
Beberapa faktor dominan yang sering menjadi sumber keluhan warga masyarakat antara lain:
1. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM)
Sikap petugas dinilai kurang ramah dan kurang empati.
Respons terhadap pasien lambat atau terkesan acuh tak acuh.
Keterampilan komunikasi dan pelayanan belum optimal.
Keluhan terhadap dokter, perawat, maupun petugas administrasi yang dianggap kurang responsif menjadi persoalan paling umum.
2. Waktu Tunggu yang Lama
Antrean pendaftaran.
Menunggu pemeriksaan dokter.
Proses pengambilan obat.
Administrasi yang berbelit-belit.
Lama waktu tunggu memicu frustrasi pasien, terutama bagi pasien rawat jalan maupun keluarga pasien rawat inap.
3. Fasilitas dan Sarana Prasarana
Ruang tunggu sempit dan kurang nyaman. Toilet kurang terawat. Keterbatasan tempat tidur dan Peralatan medis terbatas atau belum optimal.
Kondisi fasilitas yang kurang memadai turut memperkuat persepsi negatif masyarakat.
4. Komunikasi dan Penanganan Keluhan
Informasi tidak jelas atau berbelit.
Kurangnya penjelasan prosedur medis maupun administrasi. Pengaduan tidak ditindaklanjuti secara cepat dan transparan. Penanganan komplain yang lambat justru meningkatkan intensitas ketidakpuasan.
Respons Pemerintah Kota
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, dalam pertemuan bersama Direktur RSU MH Thalib Debi Zartika dan Kepala Dinas Kesehatan Gunardi (Sabtu, 21/02/2026), menegaskan bahwa persoalan pelayanan harus dilihat dari berbagai sudut pandang
Salah satu langkah yang diambil adalah rotasi pegawai sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan tata kelola rumah sakit.
Menurut Alpian, Rotasi bukan bentuk sanksi, melainkan strategi penataan organisasi agar distribusi tenaga kesehatan lebih proporsional dan pelayanan menjadi lebih responsif serta profesional.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan guna mendorong peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan.
Evaluasi: Solusi atau Sekadar Tambal Sulam?
Rotasi pegawai bisa menjadi solusi bila didahului evaluasi kinerja berbasis data.disertai pelatihan peningkatan kompetensi dan etika pelayanan, diikuti pembenahan sistem antrean dan digitalisasi layanan serta didukung perbaikan sarana dan prasarana.
Namun jika hanya sebatas pergeseran personel tanpa perbaikan sistem, keluhan berpotensi kembali terulang.





Tinggalkan Balasan