👁️ Dilihat: 49 kali

MERANGIN MEDIA SINDENT – Menyikapi polemik yang berkembang di media sosial terkait penggunaan rumah subsidi untuk Dapur Makan Bersama Gratis (MBG) di Desa Sungai Ulak, Anggota Komite IV DPD RI, Dr. Hj. Elviana, M.Si, memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah tudingan tersebut dan meminta publik untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak berdasar.

“Sudahi polemik yang mengada-ada ini. Rumah yang digunakan untuk dapur MBG bukan rumah subsidi. Itu rumah pribadi yang dibeli secara tunai dan disewa resmi oleh yayasan. Tidak ada pelanggaran hukum, tidak ada penyalahgunaan fasilitas negara,” ujar Elviana saat meninjau langsung lokasi dapur MBG, didampingi Wakil Bupati Merangin.

Elviana menilai tudingan yang beredar sebagai fitnah dan sentimen politik yang menyesatkan. Menurutnya, MBG adalah program sosial murni yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah serta masyarakat kurang mampu.

“Saya tidak punya kepentingan pribadi di sini. Yang saya perjuangkan adalah agar anak-anak kita, terutama di Jambi, bisa makan bergizi setiap hari. Itu saja,” ungkap Elviana dengan nada prihatin. Ia juga menyampaikan kegelisahannya karena masih banyak anak-anak di Jambi yang belum merasakan manfaat MBG, sementara daerah lain sudah berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, Elviana mengajak semua pihak untuk mengakhiri penyebaran hoaks dan lebih fokus pada kerja nyata. Ia mencontohkan kiprah organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah yang sudah mulai membangun dapur MBG di wilayah masing-masing.

“Mari kita bergotong royong membangun dapur MBG. Bukan malah menebar sentimen. Kita di Jambi harusnya bisa lebih kompak dan kolektif,” tegasnya.

Ia juga mendorong kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari anggota legislatif, pemerintah daerah, hingga LSM, agar turut aktif membantu pembangunan dapur MBG di wilayah masing-masing.

Adapun dapur MBG di Desa Sungai Ulak saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Karena itu, Elviana meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian atau menyebarkan asumsi yang belum tentu benar