👁️ Dilihat: 76 kali

Kerinci Suara Independent .com –  Menyikapi keresahan dan kecemasan nasabah Bank 9 Jambi Cabang Kerinci terkait gangguan layanan online serta dugaan raibnya dana di rekening, DPRD Kabupaten Kerinci mengundang pimpinan dan jajaran pejabat Bank 9 Jambi untuk melakukan hearing.

Hearing tersebut dipimpin Ketua DPRD Kerinci Irwandri, didampingi unsur Wakil Pimpinan Boy Edwar dan Ny. Surmila Apri Yulisa, serta para ketua komisi dan anggota DPRD Kerinci. Kegiatan berlangsung pada Kamis (26/02/2026) di Lantai II Gedung DPRD Kerinci, Bukit Tengah Siulak.

Fokus utama yang dipertanyakan dalam hearing tersebut adalah gangguan layanan online yang menyebabkan nasabah tidak dapat mengakses layanan M-Banking dan ATM Bank Jambi dalam beberapa waktu terakhir.

Menjawab hal tersebut, Pimpinan Cabang Bank Jambi Kerinci, Ardian Setiawan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa saat ini Bank 9 Jambi sedang menjalani proses audit forensik oleh Polda Jambi bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, gangguan yang terjadi disebabkan oleh serangan siber yang menargetkan pengguna layanan M-Banking dan ATM dengan pola transaksi menyerupai aktivitas normal,” jelas Ardian.

Ia menambahkan, apabila terdapat nasabah yang mengalami kerugian, diminta segera melaporkan kepada pihak Bank Jambi. Dalam waktu kurang dari 10 hari kerja, kerugian tersebut akan dikembalikan.

Ardian juga menegaskan bahwa Bank Jambi bertanggung jawab penuh apabila terbukti nasabah mengalami kerugian akibat insiden tersebut. Untuk sementara waktu, transaksi perbankan masih dapat dilakukan secara langsung di kantor cabang Bank Jambi Kerinci.

“Saat ini upaya pemulihan dan audit masih terus berjalan serta dilakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi internal pegawai maupun sistem teknologi informasi,” tambahnya.
Terkait jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan layanan tersebut, pihak bank menyampaikan masih dalam proses audit dan belum dapat dipastikan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kerinci Irwandri meminta agar pihak Bank 9 Jambi segera memulihkan layanan M-Banking dan ATM. Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa Bank Jambi dan para nasabah.

Ia berharap permasalahan tersebut dapat segera diatasi agar layanan online kembali normal dan masyarakat bisa kembali mengakses layanan perbankan tanpa kendala.

“Kendati DPRD tidak memiliki kewenangan langsung dalam operasional perbankan, kami akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini demi memastikan perlindungan dan keamanan dana nasabah tetap terjamin,” tegas Irwandri.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kerinci, Jhondri Ali, juga meminta pihak Bank Jambi untuk mempercepat pemulihan sistem aplikasi online. Hal ini mengingat awal bulan akan dilakukan pencairan dana secara massal, seperti gaji ASN, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta sertifikasi guru.

Jika layanan belum pulih, dikhawatirkan akan terjadi antrean panjang di kantor cabang Bank Jambi Kerinci.

(Red.Humas DPRD Kerinci).