Sungai Penuh Media Sindent – Proyek pembangunan ruang administrasi di SDN No. 002/XI Pasar Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, yang bersumber dari program revitalisasi bantuan pendidikan pemerintah pusat melalui APBN sebesar Rp216.396.010,-, menuai sorotan publik. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2S) sekolah setempat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, area yang selama ini difungsikan sebagai tempat upacara bendera kini dialihfungsikan menjadi lokasi pembangunan gedung baru.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya dari masyarakat sekitar. Pasalnya, setelah proyek dimulai, sekolah tersebut hampir tidak memiliki lagi area terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan upacara maupun aktivitas siswa lainnya.
Sejumlah warga menilai proyek tersebut terkesan dipaksakan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dasar sekolah.
> “Kami heran, kenapa lokasi upacara justru dijadikan bangunan baru. Seharusnya pihak sekolah bisa menata ruang dengan lebih bijak tanpa mengorbankan fungsi utama sekolah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak proyek pembangunan dimulai, kepala sekolah jarang terlihat berada di lingkungan sekolah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proses pengawasan terhadap proyek tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh belum membuahkan hasil. Saat awak media mendatangi kantor dinas dan sekolah, kepala sekolah maupun pejabat terkait tidak berada di tempat pada jam dinas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan meninjau kembali pembangunan di SDN 002/XI Pasar Sungai Penuh agar tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar serta memastikan penggunaan anggaran sesuai aturan dan kebutuhan pendidikan.





Tinggalkan Balasan