👁️ Dilihat: 49 kali

Jakarta, MSNC- 29 April 2025 – Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., membawa suara rakyat dari pegunungan Sumatra ke meja pemerintahan pusat. Dalam audiensi bersama Menteri Perhubungan RI yang dipimpin oleh Gubernur Jambi, Al Haris, Bupati Monadi menyampaikan dengan lantang kebutuhan mendesak Kabupaten Kerinci: akses jalan Renah Pemetik yang telah puluhan tahun menjadi keluhan masyarakat.

Audiensi yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan RI ini turut dihadiri para kepala daerah se-Provinsi Jambi. Namun bagi Monadi, momen ini bukan sekadar rapat koordinasi, melainkan panggung untuk memperjuangkan urat nadi kehidupan petani Kerinci.

“Jalan Renah Pemetik ini sudah ada sejak tahun 1960. Ini bukan sekadar jalan, ini adalah napas petani, penghubung harapan, dan mimpi warga kami yang selama ini terisolasi,” tegas Monadi dengan nada tulus dan tegas.

Bupati menjelaskan bahwa akses jalan yang layak akan membuka konektivitas antarwilayah, mempermudah pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata. Aspirasi itu disambut baik oleh Menteri Perhubungan, yang menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan transportasi nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

Tak berhenti di situ, Monadi langsung melanjutkan perjuangannya dengan menghadap Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ia meminta percepatan izin pembangunan jalan yang melintasi kawasan hutan, agar proyek strategis daerah tak lagi terhambat regulasi yang berbelit.

“Kami mohon agar Kementerian KLHK bisa menerbitkan izin segera. Kami tak ingin masyarakat kami terus terbelenggu oleh medan yang sulit. Kami ingin perubahan segera hadir,” ucapnya penuh harap.

Langkah Monadi ini menjadi bukti bahwa pemimpin yang baik tak hanya memimpin dari belakang meja, tapi berani berdiri di barisan depan, membawa suara rakyat hingga ke jantung pemerintahan pusat.

Edi Tanjung