Merangin MEDIA SINDENT – Belakangan ini, publik Jambi diramaikan oleh isu yang beredar di media sosial terkait dapur Makan Bersama Gratis (MBG) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Isu tersebut menuding bahwa dapur MBG menggunakan rumah subsidi, dan hal ini menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta berpotensi mencoreng nama baik Ibu Elviana, anggota DPD RI.
Setelah ditelusuri, tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Faktanya, rumah yang digunakan sebagai dapur MBG bukan rumah subsidi, melainkan rumah pribadi yang dibeli secara tunai oleh pemilik sah. Rumah tersebut kemudian disewa secara resmi oleh yayasan yang menaungi program MBG untuk dijadikan dapur kegiatan sosial.
Tuduhan tersebut dinilai tidak hanya keliru, tetapi juga sarat dengan fitnah, sentimen politik, dan upaya pencemaran nama baik. Padahal, tujuan utama program MBG sangat mulia: menyediakan makanan sehat dan bergizi setiap hari bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah yang membutuhkan.
Tidak Ada Pelanggaran Aturan
Penting untuk dipahami bahwa tidak ada unsur pelanggaran dalam penggunaan rumah sewaan tersebut. Tidak ada penyalahgunaan fasilitas pemerintah, karena rumah itu bukan bagian dari program subsidi perumahan. Yayasan MBG hanya menyewa properti pribadi secara sah dan legal.
Adapun terkait aturan teknis, Keputusan Menteri PUPR Nomor 628/KPTS/M/2025 memang mengatur prototipe bangunan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Namun, aturan tersebut masih dalam bentuk rancangan dan belum sepenuhnya diimplementasikan. Karena itu, penggunaan rumah sewaan yang memenuhi standar kebersihan, kelayakan, dan higienitas tetap diperbolehkan.
Menanggapi isu yang berkembang, Elviana menyampaikan klarifikasi tegas:”Saya sangat prihatin dengan tuduhan tidak berdasar ini. Rumah itu bukan rumah subsidi, melainkan milik pribadi yang dibeli secara cash. Yayasan hanya menyewa untuk kegiatan sosial. Tuduhan tersebut adalah fitnah bermuatan sentimen yang sangat merugikan nama baik saya.”
Lebih jauh, Elviana menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan anak-anak di Jambi, terutama di daerah tertinggal, dapat menikmati makanan bergizi setiap hari:”Bagi saya, hal ini sebenarnya sepele jika hanya dianggap sebagai proyek pribadi. Tapi yang lebih mengganggu hati saya adalah kenyataan bahwa masih banyak anak-anak di Jambi, termasuk di Merangin, belum menikmati makan bergizi gratis setiap hari. Padahal, di daerah lain program ini sudah berjalan baik. Inilah yang mendorong saya untuk mempercepat realisasi dapur-dapur MBG di Jambi.”
Elviana pun mengajak seluruh pihak untuk melihat program MBG sebagai gerakan sosial bersama, bukan ajang saling curiga
“Saya menantang semua anggota dewan dari pusat hingga daerah, ayo kita gotong royong bangun dapur MBG. Kepada LSM, mari turut membantu, bukan malah menyebar sentimen negatif. Lihat organisasi besar seperti NU dan Muhammadiyah, mereka aktif berkontribusi membangun dapur. Mengapa kita di Jambi tidak bisa melakukan hal yang sama? Kalau semua pihak bersinergi, dapur MBG bisa cepat berdiri dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.”
Masih dalam Tahap Pengerjaan
Saat ini, dapur MBG di Sungai Ulak masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, wajar jika kondisinya belum sempurna. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan menunggu hasil akhir sebelum memberikan penilaian.
Program MBG adalah murni gerakan sosial, bukan alat politik. Fokus utamanya adalah membantu masyarakat, bukan mencari keuntungan pribadi atau kepentingan elektoral.





Tinggalkan Balasan