👁️ Dilihat: 47 kali

Sungaipenuh MEDIA SINDENT –  Sejumlah warga Desa Sumur Gedang menyampaikan kekhawatiran terkait kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di desa tersebut. Mereka menilai pemerintah desa belum memberikan penjelasan terbuka mengenai penggunaan dana yang dialokasikan untuk kegiatan pendidikan anak usia dini.

Warga menyebut, selama ini belum ada laporan resmi yang disampaikan kepada masyarakat terkait besaran dana, rincian penggunaan, maupun hasil kegiatan PAUD yang telah berjalan. Hal ini membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya dan berharap agar pengelolaan dana dapat dilakukan lebih terbuka.

Salah satu tokoh masyarakat, Epaldi bapak yang akrap di sapa Patai, mengungkapkan bahwa warga hanya menginginkan adanya kejelasan dan transparansi dari pihak pemerintah desa.

“Kami bukan ingin mencari kesalahan siapa pun. Kami hanya ingin ada keterbukaan agar masyarakat tahu ke mana dana itu digunakan. IPAUD adalah milik bersama, untuk masa depan anak-anak kita juga,” ujar Epaldi dengan nada berharap.

Menurut informasi yang dihimpun, dana PAUD di Desa Sumur Gedang berasal dari alokasi dana desa serta bantuan pemerintah, yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, peningkatan fasilitas, serta kesejahteraan tenaga pendidik. Namun, hingga kini masyarakat mengaku belum mendapatkan laporan rinci mengenai realisasi anggaran tersebut.

Warga berharap pemerintah desa dapat segera memberikan klarifikasi dan laporan penggunaan dana secara terbuka, agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.

Masyarakat berharap pengelolaan dana desa, termasuk dana PAUD, dapat berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan pendidikan anak-anak di Desa Sumur Gedang.