👁️ Dilihat: 41 kali

KERINCI MEDIA SINDENT – Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, di lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Kamis (23/10/2025).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, dan dihadiri oleh Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, serta perwakilan TNI, Polri, TNKS, KPHP Unit I Kerinci, relawan kebencanaan, dan unsur masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

“Kerinci merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan kondisi geografis bergunung dan curah hujan tinggi, kita harus selalu siap dan waspada,” tegas Bupati Monadi.

Bupati juga mengutip data BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo, yang memprediksi puncak musim hujan terjadi antara Desember 2025 hingga April 2026, dengan potensi banjir kategori rendah hingga menengah di sejumlah kecamatan, seperti Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, dan Siulak Mukai.

Lebih lanjut, Bupati Monadi menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada peralatan dan logistik, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, maupun masyarakat.

“Setiap pihak memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana. Saya apresiasi BPBD Kerinci dan seluruh pihak yang berperan aktif dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau para camat dan kepala desa untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, seperti Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Air Hangat Timur, guna menumbuhkan budaya tangguh dan gotong royong.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi dengan arah pembangunan daerah, sesuai visi “Mewujudkan Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera.”

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata komitmen kita untuk melindungi masyarakat dan menjaga keselamatan jiwa serta lingkungan,” tegasnya sambil menutup kegiatan dengan seruan semangat,
“Tangguh Bencana, Tangguh Kerinci!”

Dengan apel ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi, antisipasi, dan partisipasi dalam menghadapi potensi bencana, menuju Kerinci yang tangguh, aman, dan berdaya saing.