👁️ Dilihat: 51 kali

Kerinci, MSNC –  Komitmen Bupati Kerinci Monadi dalam membuka daerah terisolir kembali dibuktikan. Kali ini, langkah cepat diambil untuk memperbaiki akses jalan menuju Renah Pemetik, sebuah wilayah potensial yang selama ini terkendala infrastruktur.

Jalan yang menjadi urat nadi masyarakat, terutama petani di Renah Pemetik, akan segera diperbaiki agar lebih layak dan nyaman dilalui. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian.

Tak sekadar wacana, Monadi bahkan langsung terbang ke Jakarta untuk menemui Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) demi mengurus perizinan jalan tersebut.

“Jalan ini sudah ada sejak tahun 1960 dan sangat vital bagi masyarakat. Karena itu, kita perjuangkan agar akses ini segera dibangun kembali dengan standar yang memadai,” ujar Monadi pada 30 April 2025.

Respons Positif dari Pemerintah Pusat

Gayung bersambut, pemerintah pusat melalui Sekjen KLHK memberikan respons positif dan secara resmi mengizinkan pembangunan akses jalan tersebut. Dalam pertemuan itu, pihak kementerian juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan, khususnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Dukungan KLHK tak hanya administratif, tapi juga moral. Mereka menyampaikan simpati terhadap kondisi petani yang menggantungkan hidup pada wilayah tersebut dan berharap pembangunan ini disertai komitmen menjaga lingkungan.

“Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, demi membuka keterisolasian dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat,” tegas Monadi.

Harapan Besar dari Masyarakat Renah Pemetik

Warga Renah Pemetik menyambut rencana pembangunan ini dengan penuh antusiasme. Sebagian besar dari mereka adalah petani, terutama kopi, yang selama ini harus memikul hasil panen menembus medan berat selama berjam-jam.

“Kami merasa sangat terbantu. Kalau jalan ini dibangun, kami yakin hasil pertanian kami bisa lebih cepat sampai ke pasar dan tentu saja penghasilan akan meningkat,” ujar seorang petani kopi setempat.

Dengan pembangunan akses jalan ini, Monadi berharap ekonomi masyarakat kian menggeliat dan wilayah Renah Pemetik tak lagi menjadi “wilayah yang terlupakan”. ( RK )