SUNGAI PENUH MEDIA SINDENT – Pemerintah Desa (Pemdes) Amar Sakti melakukan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa dengan memulai pembangunan unit usaha BUMDes yang diberi nama Cumo Kunyeik. Berlokasi di kawasan Tebat Gedang, proyek ini difokuskan pada sektor budidaya ikan air tawar yang terintegrasi.
Nama “Cumo Kunyeik” sendiri diambil dari identitas sejarah lokal yang sangat melekat di telinga masyarakat Koto Pandan dan Amar Sakti, yakni Sumur Kunyit. Sumur legendaris tersebut dikenal sebagai sumber mata air yang tak pernah kering dan menjadi simbol kemakmuran bagi warga setempat sejak masa lampau.
Transformasi Tebat Gedang Kepala Desa Amar Sakti menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Tebat Gedang bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki debit air yang stabil dan kualitas yang mendukung untuk budidaya ikan konsumsi seperti Nila, Mas, dan Lele.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat ‘Sumur Kunyit’ yang menjadi sumber kehidupan. Jika dulu ia memberi air, kini melalui BUMDes Cumo Kunyeik, ia akan memberi kedaulatan pangan dan pendapatan bagi warga desa,” ungkapnya saat meninjau proses pembangunan kolam, Rabu (14/1).
Target Ketahanan Pangan Pembangunan yang saat ini tengah berjalan mencakup konstruksi kolam permanen dan sistem sirkulasi air yang modern. BUMDes ini diproyeksikan tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga menjadi pusat penyediaan protein murah bagi masyarakat desa untuk menekan angka stunting, serta membuka lapangan kerja baru bagi para pemuda desa.
Praktisi ekonomi lokal menilai penggunaan nama berbasis sejarah seperti “Cumo Kunyeik” akan memberikan nilai branding yang kuat. Produk dari BUMDes ini diharapkan memiliki daya tarik tersendiri saat dipasarkan ke luar wilayah Kota Sungai Penuh.
Dukungan Masyarakat dan Transparansi Proses pembangunan BUMDes Cumo Kunyeik ini dilakukan secara transparan dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Warga menyambut baik inisiatif ini, mengingat Tebat Gedang selama ini merupakan aset desa yang potensinya belum tergarap maksimal.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemdes Amar Sakti optimis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, panen perdana dapat dilakukan dan hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).
Edi.T





Tinggalkan Balasan