👁️ Dilihat: 59 kali

KERINCI MEDIA SINDENT – Kondisi lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) No. 26/E-3 Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, tengah menuai sorotan. Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama tersebut terlihat tidak terawat, bahkan tumpukan sampah dibiarkan menumpuk di sekitar halaman sekolah tanpa penanganan.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan adanya sampah plastik, kertas, dedaunan, serta sisa aktivitas sekolah yang berserakan. Beberapa titik tampak mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga memperkuat kesan bahwa kebersihan bukanlah prioritas.

Kondisi tersebut membuat banyak orang tua resah, terlebih karena anak-anak menghabiskan waktu belajar setiap hari di lingkungan yang seharusnya bersih dan sehat.

Sejumlah orang tua menilai masalah ini muncul akibat kurangnya perhatian dan pengawasan dari pimpinan sekolah.

“Kami kecewa sekali. Ini bukan sehari dua hari, tetapi sudah berulang. Kepala sekolah harusnya turun memperhatikan lingkungan, bukan membiarkan sampah menumpuk seperti ini,” ungkap salah satu orang tua murid dengan nada kesal.

Orang tua lain bahkan mengatakan kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

“Anak-anak belajar, bermain, makan di lingkungan ini. Kalau kotor begini, siapa yang menjamin mereka aman dari penyakit?” ujarnya.

Tak hanya wali murid, warga sekitar juga ikut mempertanyakan pengelolaan lingkungan sekolah tersebut.

“Sekolah agama harusnya jadi teladan. Tapi kalau kebersihan saja diabaikan, bagaimana mau menciptakan lingkungan belajar yang baik?” ujar seorang warga setempat.

Menurut warga, sudah beberapa kali terlihat sampah menumpuk tanpa ada upaya pembersihan dari pihak sekolah

Melihat kondisi ini, para orang tua meminta pihak Kemenag Kabupaten Kerinci untuk mengambil langkah evaluasi terhadap pengelolaan madrasah, terutama dalam hal kebersihan dan tanggung jawab kepala sekolah.

Mereka berharap ada tindakan tegas dan pembinaan agar sekolah kembali menempatkan kebersihan sebagai hal mendasar dalam proses pendidikan.

Para pihak yang peduli pendidikan menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan cerminan mutu pengelolaan pendidikan itu sendiri.

“Anak-anak harus belajar di tempat yang bersih dan nyaman. Kepala sekolah harus segera mengambil tindakan nyata,” tegas seorang wali murid.

Masyarakat berharap kondisi ini tidak dibiarkan berlarut dan segera ditangani sebelum berdampak pada kesehatan maupun kualitas belajar siswa.