👁️ Dilihat: 67 kali

Sungaipenuh Suara Independent.com – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kota Sungai Penuh mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Pemerintah Kota Sungai Penuh menerima 20 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis Hidro Tiller yang akan disalurkan ke kelompok tani di berbagai wilayah.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari proposal resmi yang diajukan langsung oleh Walikota Sungai Penuh, Alfin, S.H., saat kunjungan kerja Kementerian Pertanian ke wilayah Sungai Penuh dan Kerinci beberapa waktu lalu.

“Ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah pusat, khususnya dari Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional hingga ke pelosok,” ungkap Wako Alfin, Rabu (15/10).

Wako Alfin menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya simbolis. Kementan akan mengawasi dan mengevaluasi secara berkelanjutan pemanfaatan alsintan tersebut, agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak konkret di lapangan.

“Kami tidak ingin ini hanya jadi pajangan atau tidak dimanfaatkan maksimal. Ini adalah alat yang bisa mempercepat proses pengolahan lahan dan mendukung percepatan tanam  yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas petani,” tegas Wako.

Sebanyak 20 unit Hidro Tiller yang diterima Kota Sungai Penuh akan diberikan kepada kelompok tani yang memang membutuhkan dan telah diverifikasi. Jenis mesin ini dinilai sangat cocok untuk kondisi pertanian lokal yang umumnya memiliki lahan sempit, sawah basah, dan lahan rawa.

“Hidro Tiller ini ringan, kecil, dan lincah. Cocok untuk karakteristik lahan sawah di Kota Sungai Penuh. Dengan bantuan ini, para petani tidak hanya hemat waktu, tapi juga tenaga. Ini investasi untuk masa depan pertanian kita,” jelas Wako Alfin.

Mengakhiri pernyataannya, Wako Alfin menyampaikan harapan agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Bukan hanya sebagai alat bantu kerja, tetapi sebagai langkah awal untuk membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Kami berharap kelompok tani penerima benar-benar memaksimalkan alat ini. Gunakan sesuai peruntukannya. Ini bukan hadiah  ini amanah untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” tutupnya.

Edi.T