Kerinci MEDIA SINDENT – Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, selama tiga tahun anggaran berturut-turut sejak 2022 hingga 2024, Pemerintah Desa Benik, Kecamatan Keliling Danau, telah mengalokasikan dana tidak kurang dari Rp 700 juta untuk kegiatan pemeliharaan jalan lingkungan maupun jalan usaha tani. Rinciannya, pada tahun 2022 dianggarkan Rp 126 juta, kemudian melonjak drastis pada 2023 mencapai Rp 389 juta, dan pada tahun 2024 kembali digelontorkan sebesar Rp 200 juta.
Namun fakta di lapangan sungguh mengejutkan. Meski ratusan juta rupiah telah dicairkan, warga Desa Benik justru mengaku tidak melihat adanya pembangunan maupun perbaikan signifikan pada jalan lingkungan. Jalan-jalan desa masih dalam kondisi rusak dan sulit dilalui, sehingga menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.
Lebih ironis lagi, di tengah ketiadaan pembangunan tersebut, warga akhirnya terpaksa turun tangan sendiri dengan membangun jalan lingkungan secara swadaya melalui gotong-royong. Kondisi ini kian mempertegas tanda tanya besar terkait transparansi serta efektivitas pengelolaan anggaran desa.
“Kalau memang anggaran sebesar itu benar digunakan, hasilnya tentu bisa kami rasakan. Faktanya, kami masih harus membangun jalan dengan tenaga dan biaya sendiri,” ungkap salah seorang masyarakat dengan nada kecewa.
Situasi ini telah menggugah keresahan publik. Masyarakat menilai, dengan jumlah anggaran sebesar itu, seharusnya akses jalan di Desa Benik sudah jauh lebih baik. Karena itu, mereka mendesak pemerintah desa dan pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan terbuka, serta memastikan pengelolaan anggaran ke depan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.
Hingga berita ini dilansirkan kepala desa Benik Rano Karno belum terkonfirmasikan
( Redaksi )





Tinggalkan Balasan