👁️ Dilihat: 94 kali

KERINCI, SUARA INDEPENDENT.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci menunjukkan partisipasi nyata dalam menyemarakkan Festival Budaya Kerinci 2026. Tidak hanya memeriahkan kegiatan, jajaran PUPR juga memanfaatkan stan pameran untuk mempromosikan produk UMKM, mengenalkan alat berat mini kepada pengunjung, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

Festival Budaya Kerinci 2026 berlangsung pada 22–25 Oktober 2026, dengan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Dermaga Danau Kerinci dan Balai Adat Tigo Luhah Semurup. Di bawah kepemimpinan Maya Novebri, Dinas PUPR Kerinci menghadirkan stan bernomor urut pertama yang memadukan promosi potensi masyarakat, edukasi, dan kebersamaan.

Kompak Menjaga Kebersihan, Wujudkan Kepedulian Bersama

Salah satu hal yang patut mendapat perhatian adalah kekompakan personel Dinas PUPR Kerinci dalam menjaga kebersihan area sekitar stan. Pejabat, staf, serta keluarga dan kerabat yang hadir terlihat saling bahu-membahu membersihkan sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa partisipasi dalam festival budaya bukan sekadar memajang produk atau menarik perhatian masyarakat. Kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan juga menjadi bagian penting dari upaya menyukseskan sebuah kegiatan publik.

Semangat kebersamaan itu mencerminkan nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kerinci. Melalui tindakan nyata, jajaran PUPR turut memberikan contoh bahwa lingkungan yang bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.

Angkat Produk UMKM dan Kenalkan Alat Berat Mini

Daya tarik stan Dinas PUPR Kerinci juga terlihat dari sejumlah produk lokal yang dipamerkan. Berbagai kerajinan, termasuk parang, serta makanan ringan hasil usaha masyarakat yang disebut sebagai UMKM binaan Dinas PUPR turut ditampilkan kepada pengunjung.

Kehadiran produk tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Festival budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Dinas PUPR menghadirkan alat berat mini yang menarik perhatian pengunjung. Peralatan tersebut diperkenalkan sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan bentuk dan prinsip pengoperasian alat berat yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Melalui tampilan tersebut, pengunjung memperoleh kesempatan untuk melihat lebih dekat peralatan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Inovasi sederhana ini memberikan variasi kegiatan di stan PUPR, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati suasana festival, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.

Sajian Minuman Khas Tambah Keakraban

Suasana stan semakin hangat dengan sajian minuman khas dan kopi bagi pengunjung yang singgah. Pengunjung dapat beristirahat sejenak, menikmati suasana sekitar Danau Kerinci, sekaligus berbincang dengan personel yang menyambut mereka secara ramah.

Sejumlah personel dan pihak yang turut meramaikan stan, antara lain H. Anto, Hadri Johan, Mora, Fran, Yalpani, Safrida, dan Santi, terlihat ikut membangun suasana akrab bersama pengunjung.

Keramahan dan interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke stan Dinas PUPR. Di tengah kemeriahan festival, suasana sederhana seperti ini dapat memperkuat hubungan antarsesama sekaligus memperlihatkan sisi humanis aparatur pemerintah dalam kegiatan kemasyarakatan.

Stan Sederhana, Kontribusi Nyata bagi Daerah

Meski menempati stan berukuran sekitar 2 x 4 meter, Dinas PUPR Kerinci berupaya menghadirkan beragam kegiatan yang memiliki nilai manfaat. Mulai dari kepedulian terhadap kebersihan, promosi produk UMKM, edukasi alat berat mini, hingga penyambutan pengunjung, seluruhnya menjadi bagian dari partisipasi dalam Festival Budaya Kerinci 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi sebagaimana disampaikan dalam bahan pemberitaan, stan PUPR ramai dikunjungi masyarakat. Pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat produk yang dipamerkan, mengenal alat berat mini, serta menikmati suasana festival di kawasan Danau Kerinci.

Partisipasi ini menegaskan bahwa dukungan perangkat daerah terhadap festival dapat diwujudkan melalui kegiatan yang sesuai dengan peran masing-masing. Dinas PUPR tidak hanya memperkenalkan bidang pekerjaan umum, tetapi juga mengambil bagian dalam mendorong promosi produk masyarakat dan menjaga kenyamanan lingkungan.

Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi stan lainnya untuk menghadirkan aktivitas yang bermanfaat, mendukung pelaku UMKM, serta memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Kerinci.

Apresiasi patut diberikan atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan jajaran Dinas PUPR Kerinci. Sebab, makna Festival Budaya Kerinci tidak hanya terletak pada pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga pada tumbuhnya kepedulian, gotong royong, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

(Redaksi/Suara Independent.com / EDI.TANJUNG )