👁️ Dilihat: 138 kali

KERINC, SUARA INDEPENDENT.COM  – Sebanyak 18 ragam budaya daerah tampil memukau dalam pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Kamis (22/10/2026). Perhelatan yang mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian adat, seni, dan tradisi masyarakat Kerinci.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penyambutan Tari Sekapur Sirih sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan. Suasana semakin semarak saat beragam kesenian dan tradisi khas Kerinci ditampilkan di hadapan masyarakat serta para pejabat yang hadir.

Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dan turut dihadiri Bupati Kerinci, Monadi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Keberagaman seni dan tradisi yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kerinci.

Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa festival budaya memiliki peran penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.

“Festival budaya ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, menjaga nilai-nilai adat istiadat, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar adat istiadat dan tradisi masyarakat Kerinci tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Festival Budaya Kerinci 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan disuguhkan untuk masyarakat, mulai dari pawai budaya Kerinci, pameran budaya, Balek Dahin, atraksi seni dan budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, pameran benda budaya, Kerinci Bakaritah, pacu biduk, hingga Rentak Busamo Kudo Kelabu.

Salah satu penampilan yang menyedot perhatian masyarakat adalah Tari Iyo-Iyo. Pengunjung tampak antusias dan berbaur menari bersama, menghadirkan suasana kebersamaan yang mencerminkan semangat menjaga tradisi daerah.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, seniman, dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni serta budaya Kerinci.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap adat istiadat dan tradisi leluhur terus terpelihara, semakin dikenal luas, serta menjadi kebanggaan masyarakat.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Kerinci. Kekayaan tradisi yang dipadukan dengan keindahan alam Danau Kerinci menjadi potensi yang dapat mendukung promosi pariwisata dan kemajuan daerah.

Dengan keterlibatan masyarakat dan generasi muda, Festival Budaya Kerinci diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga identitas budaya daerah.

(Redaksi)