šŸ‘ļø Dilihat: 52 kali

Sungaipenuh.MSNC – Desa Ulu Air, Sabtu siang, 28 Juni 2025, menjadi saksi bisu atas insiden memilukan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga berinisial J. Peristiwa mengejutkan ini terjadi saat proses pengukuran tanah berlangsung di desa tersebut, dan kini tengah menyita perhatian luas masyarakat.

Korban, J, menurut keterangan banyak saksi, tidak melakukan perlawanan sedikit pun saat dirinya secara tiba-tiba diserang oleh seseorang yang belakangan diketahui sebagai ayah dari Sekretaris Desa Ulu Air, Riki Usman. Tanpa peringatan, pelaku yang baru pulang dari ladang itu langsung turun dari motornya, mengambil sebatang kayu, dan menghantamkan benda tersebut ke kepala korban dengan membabi buta.

Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif dengan enam jahitan, nyaris meregang nyawa di tempat.

Yang membuat publik semakin geram, pelaku adalah orang tua dari salah satu perangkat desa yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kedamaian dan ketertiban di tengah masyarakat. Insiden ini pun menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya otak di balik kejadian ini? Apakah hanya emosi sesaat, atau ada kepentingan tersembunyi di balik tindakan keji ini?

Masyarakat Kumun Debai bersama pihak keluarga korban meminta Kepala Desa Ulu Air, JONIMO, dan seluruh perangkatnya untuk bersikap tegas, transparan, dan tidak memihak, mengingat posisi pelaku yang memiliki hubungan keluarga langsung dengan Sekdes.

  1. ā€œKami minta keadilan. Jangan sampai jabatan membuat hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,ā€ ujar salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan utama di tengah masyarakat, yang mendesak agar tidak ada pembiaran terhadap kekerasan, apalagi jika menyangkut kekuasaan dan jabatan. Nasib korban yang nyaris kehilangan nyawa harus menjadi peringatan serius bahwa kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.