👁️ Dilihat: 79 kali

Jakarta.suara independent.com. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya modus penipuan silent call atau panggilan hening dari nomor tak dikenal. Modus ini kembali ramai diperbincangkan setelah banyak pengguna media sosial mengaku menerima panggilan tanpa suara dari nomor asing maupun nomor misterius.

Kendati Panggilan tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa detik lalu terputus tanpa percakapan apa pun, Meski terlihat sepele, praktik ini diduga menjadi tahapan awal kejahatan siber berbasis telepon yang dapat berujung pada pencurian data hingga pengurasan rekening korban.

Dalam penjelasan yang dimuat Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, pola panggilan semacam ini bukan sekadar ulah iseng. Pelaku diduga menggunakan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk memanipulasi nomor telepon sehingga sulit dilacak dan mudah berganti dalam waktu singkat.

Pelaku memiliki berbagai tujuan, mulai dari memastikan nomor korban masih aktif, memancing korban melakukan panggilan balik (call back), hingga menyiapkan serangan lanjutan seperti pencurian kode One Time Password (OTP) dan phishing.

Bahkan, laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara menyebut panggilan misterius sering dipakai untuk memverifikasi nomor aktif sebelum aksi penipuan berikutnya dijalankan.

“Sebagai mana dikemukakan Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, meminta masyarakat untuk tidak menanggapi panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” ujarnya

“Heru juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing menerima panggilan dari nomor luar negeri yang mencurigakan. Menurutnya, jika panggilan tersebut memang penting, biasanya penelepon akan kembali menghubungi atau mengirim pesan singkat.

“Tindakan menelepon balik justru paling sering menjebak korban karena banyak scam menggunakan teknik missed call bait,” katanya.

Untuk mencegah menjadi korban, masyarakat disarankan memanfaatkan fitur perlindungan tambahan seperti aplikasi pendeteksi spam, pemblokiran otomatis nomor asing, hingga fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.

Selain itu, edukasi dalam keluarga juga dinilai penting, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang lebih rentan menjadi sasaran penipuan digital melalui telepon.(syam*)