SUNGAIPENUH.SuaraSindent.com – Maraknya isu raibnya dana nasabah Bank9 Jambi yang dialami puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat, berdampak kekhawatiran sebahagian para nasabah Bank9 jambi di Sungai Penuh.
“Untuk memastik hal tersebut tidak terjadi di Bank9 Jambi di Sungai Penuh, Senin (23/02/2026) akan mendatangi bank9 Jambi, untuk mengecek saldo simpanan mereka, guna memastikan dana mereka keamanan.
“Disebutnya, siapa yang tidak kuatir, maraknya pemberitakan yang terbit dimedia sosial, disebutkan saldo di rekening para nasabah di Kuala Tungkal dilaporkan tiba-tiba berkurang secara misterius. Kartu ATM, CRM disebut tidak dapat berfungsi, sementara aplikasi mobile banking juga mengalami ganggua yang tekah menimbulkan kerugian dialami nasabah bervariasi, berkisar antara Rp20 juta hingga Rp24 juta per rekening
“Ditambah kasus tersebut diakui para nasabah saat hendak melakukan pencairan dana di ATM. Mereka tidak dapat login ke aplikasi mobile banking karena sistem disebut lumpuh total. Hingga kini, penyebab pasti gangguan tersebut masih belum diketahui.
Pihak manajemen Bank Jambi belum mengeluarkan keterangan resmi. Namun, informasi yang beredar menyebutkan telah terjadi gangguan pada sistem layanan mobile banking dan pihak bank berjanji akan mengembalikan dana nasabah jika terbukti terjadi kesalahan sistem.
Humas Bank Jambi, Gaviria, saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp, Minggu (22/2/2026), menyampaikan agar publik menunggu rilis resmi dari pihak bank.
“Ditunggu saja ya pak rilis resminya,” ujarnya singkat.
Ia menegaskan, melalui humas nantinya akan dijelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi, termasuk memastikan tidak ada fakta yang ditutup-tutupi, termasuk kemungkinan adanya serangan siber.
Selain itu, pihak bank juga akan memaparkan tentang dana nasabah yang hilang, kapan sistem kembali normal, serta langkah antisipatif yang bisa dilakukan nasabah untuk melindungi kepentingan finansial mereka.
Lambatnya respons manajemen dalam mengeluarkan pengumuman resmi turut disesalkan dari sejumlah pihak dan pengamat, karena pihak Bank baru mengeluarkan flyer permohonan maaf setelah adanya desakan dari berbagai pihak, termasuk laporan langsung nasabah kepada Direktur Utama.
“Transparansi adalah bentuk perlindungan hak nasabah. Informasi yang terbuka dan cepat akan mencegah kepanikan dan meminimalisir dampak yang lebih luas. Kami minta Bank Jambi proaktif memberikan perkembangan penanganan setiap jam jika perlu,” ungkap salah satu pihak.
Informasi kejadian di Kuala Tungkal tersebut dengan cepat menyebar hingga ke Sungai Penuh dan Kerinci. Sejumlah nasabah di wilayah tersebut mengaku khawatir, mengingat sebelumnya pernah terjadi kasus dana nasabah yang raib akibat ulah oknum internal bank.
“Ya, besok Senin (23/02/2026) saya akan cek langsung dana di rekening,” ujar salah seorang nasabah Bank 9 Jambi di Sungai Penuh.





Tinggalkan Balasan