👁️ Dilihat: 103 kali

Jambi Kerinci SI.COM – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci kembali menuai sorotan tajam. Minimnya perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara membuat bahu jalan nasional di wilayah Desa Pengasi Lama berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar.

​Kondisi ini dinilai sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Selain merusak pemandangan di jalur protokol, keberadaan tumpukan sampah tersebut menyimpan ancaman serius bagi lingkungan hidup. Pasalnya, lokasi pembuangan liar ini berada tepat di sisi tebing yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Batang Merangin.

Para pengamat lingkungan memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, tumpukan sampah yang kian menggunung berpotensi longsor ke badan sungai. Lebih berbahaya lagi, saat hujan turun, air lindi (cairan pembusukan sampah) akan mengalir langsung dan mencemari air Sungai Batang Merangin.

​“Ini bukan sekadar masalah bau atau pemandangan buruk. Posisinya sangat riskan karena dekat sungai. Jika limbah cair masuk ke Batang Merangin, kualitas air akan rusak dan berdampak pada ekosistem serta warga yang memanfaatkan air sungai di hilir,” ungkap salah satu warga setempat yang prihatin.

Keberadaan “TPA dadakan” ini juga menyajikan ironi tersendiri. Ruas jalan nasional tersebut merupakan akses vital yang ramai dilalui kendaraan, termasuk para pejabat tinggi negara dan daerah.

​Anehnya, jalur ini juga merupakan akses utama menuju Desa Tarutung, yang diketahui sebagai kampung halaman dan jalur menuju kediaman Wakil Bupati Kerinci. Fakta bahwa jalur “VIP” ini luput dari penataan kebersihan memunculkan pertanyaan besar mengenai prioritas kinerja instansi terkait.

Warga mengaku terpaksa membuang sampah di lokasi tersebut karena absennya fasilitas TPS resmi di desa mereka. Ketiadaan bak kontainer sampah membuat masyarakat tidak memiliki pilihan lain untuk membuang limbah domestik harian.

​Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci, khususnya DLH, untuk segera mengambil langkah taktis. Selain membersihkan tumpukan sampah sebelum mencemari sungai, penyediaan bak sampah (TPS) yang layak menjadi solusi mutlak yang harus segera direalisasikan.

(Penulis/ Edi.T)