👁️ Dilihat: 73 kali

KERINCI.MediaSindent.Com.Harga jual kopi ditingkat  pedagang lokal Kerinci memasuki triwulan ketiga tahun 2026,tetap stabil  Ini dipengaruhi harga kopi dipasar dunia, khusus,Varitas Arabika dan Rabusta  masih  dihargai 4.000 dolar per ton.

“Di jelaskan H Mulyadi pedagang Kopi  menyebutkan bahwa Varitas kopi asal Kerinci sangat diminati dipasar Internasional,berdasarkan data FAO mencatat bahwa kenaikan harga kopi Kerinci rata rata di dunia naik berkisar 38,8 persen, ini terjadi sejak tahun 2025 lalu, lonjakan harga itu terjadi pada Varietas Arabika sekitar 58 persen, Robusta berkisar 70 persen dan Lonjakan ini membuat selisih harga antara Arabika dan Robusta semakin menyempit. Padahal secara historis Arabika biasanya dihargai lebih tinggi

“Penyebab utama terjadi karena  fluktuasi harga kopi Varitas lokal  dipengaruhi harga kopi dipasar internasional sehingga harga kopi Kerinci tetap stabilan, hal tersebut dipengaruhi  adanya gangguan pasokan dari produsen kopi seperti  Vetnam, Brasil, Kolombia, dikarenakan Negara tersebut dihadapkan dengan cuaca  ekstremnya dan serangan penyakit yang merusak panen kopi mereka sehinga  pasokan kopi dipasar internasional dari negara tersebut berkurang.

“Kondisi ini sangat menguntukan petani kopi kerinci, terutama bergaruh terhadap harga kopi Varitas Robusta dengan harga berkisar Rp 60.000 – Rp 63.000 perkilo, sedangkan untuk Varitas kopi Grib 1 (satu ) Rp 75.000 per kilogram

“Demikian juga terhadap harga kopi Varitas Arabika lokal harganya berkisar Rp 120.000 – Rp 130.000 per kilogram sedang untuk varitas  grib 1(satu) tembus Rp 160.000 per kilogram, harga ini bertahan sejak bulan September 2025 lalu sampai sekarang.”Jelasnya.

“Mulyadi memaparkan, kondisi harga kopi sekarang lumayan dan sangat membantu petani, walaupun biaya operasional masih cukup tinggi,” ujarnya

“Kita juga berharap harga kopi untuk dipasar internasional  terus stabil, untuk saat ini kualitas kopi lokal Kerinci semakin diminati dipasar Intenasional seperti Negara Eropah, Rusia dan Astralia, sangat berharap pada Pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada petani Kerinci, terutama dalam peningkatan kualitas dan pemasaran kopi agar nilai jual tetap kompetitif.

“Diakui Produksi kopi berhasal dari Kabupaten Kerinci ribuan ton pertahun, diperkirakan rata rata sekitar 100 ton lebih  per bulan, hal itu dipredisi dari setiap minggunya permintaan  berkisar 15- 35 ton dari eksportir “ungkap H Mulyadi.(Red).