SUNGAI PENUH MEDIA SINDENT .NEWS.COM – Desa Amar Sakti, Kota Sungai Penuh, mulai menabuh genderang kemandirian ekonomi. Melalui kepemimpinan Kepala Desa Alpi Pinaldi, Pemerintah Desa resmi memulai pembangunan fisik unit usaha BUMDes yang diberi nama Cumo Kunyeik di kawasan strategis Tebat Gedang.
Bukan sekadar nama, “Cumo Kunyeik” diambil dari akar sejarah Sumur Kunyit di Koto Pandan, sebuah mata air legendaris yang secara turun-temurun dikenal warga sebagai sumber kehidupan yang tak pernah kering.
Visi Kades Alpi Pinaldi untuk Ketahanan Pangan
Dalam sela-sela peninjauan lokasi pembangunan di Tebat Gedang, Kepala Desa Amar Sakti, Alpi Pinaldi, menegaskan bahwa proyek budidaya ikan air tawar ini adalah langkah nyata desa dalam menjawab tantangan ketahanan pangan.
“Nama Cumo Kunyeik kami pilih sebagai doa agar usaha desa ini mengalirkan manfaat yang tak pernah putus bagi warga, layaknya sejarah Sumur Kunyit bagi nenek moyang kita dulu. Kami ingin Tebat Gedang bukan lagi sekadar rawa, tapi pusat produksi ikan yang mampu mencukupi kebutuhan protein masyarakat dengan harga terjangkau,” ujar Alpi Pinaldi.
Kades Alpi menambahkan bahwa pengelolaan BUMDes ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Target utamanya bukan hanya mengejar keuntungan semata, melainkan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami libatkan warga dalam pembangunannya, dan nanti dalam pengelolaannya. Harapan saya, BUMDes Cumo Kunyeik ini bisa menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PADes) yang hasilnya akan kita putar kembali untuk membangun fasilitas umum di Desa Amar Sakti,” tambahnya penuh optimis.
Transformasi Tebat Gedang Menjadi Kawasan Produktif
Kawasan Tebat Gedang yang memiliki potensi air melimpah kini mulai dipoles dengan konstruksi kolam budidaya yang memadai. Proyek ini diproyeksikan akan memproduksi berbagai jenis ikan air tawar unggulan seperti Nila dan Mas.
Selain aspek ekonomi, Alpi Pinaldi juga memandang proyek ini sebagai langkah mitigasi sosial. Dengan tersedianya lapangan kerja baru di sektor perikanan desa, para pemuda Desa Amar Sakti diharapkan memiliki wadah untuk berwirausaha di tanah kelahiran sendiri.
Saat ini, proses pengerjaan sedang berjalan intensif. Dukungan dari berbagai tokoh masyarakat terus mengalir, seiring dengan harapan besar bahwa BUMDes Cumo Kunyeik akan menjadi “mata air ekonomi” baru yang menyejahterakan seluruh lapisan warga Desa Amar Sakti.
Penulis : Mamok Edi Tanjung





Tinggalkan Balasan