👁️ Dilihat: 59 kali

SUNGAI PENUH MEDIA SINDENT .COM – Sebuah narasi besar tentang kemandirian desa tengah ditulis di Desa Amar Sakti, Kota Sungai Penuh. Pemerintah Desa (Pemdes) Amar Sakti resmi memulai pembangunan unit usaha BUMDes yang mengusung nama ikonik: Cumo Kunyeik.

Berlokasi di kawasan bersejarah Tebat Gedang, proyek ini bukan sekadar pembangunan kolam budidaya ikan biasa, melainkan sebuah upaya “menjemput sejarah” untuk kesejahteraan masa depan.

Filosofi di Balik Nama Cumo Kunyeik

Nama “Cumo Kunyeik” (Sumur Kunyit) tidaklah asing bagi masyarakat Koto Pandan dan Amar Sakti. Berdasarkan data sejarah lokal, Sumur Kunyit adalah mata air legendaris yang menjadi sumber kehidupan nenek moyang warga setempat.

Konon, nama ini muncul dari fenomena alam di mana mata air tersebut memancarkan warna kekuningan bak emas (kunyit) yang sangat jernih. Selain karena banyaknya tumbuhan kunyit obat di sekitarnya, sumur ini dikenal tak pernah kering meski musim kemarau melanda. Filosofi “air yang tak pernah kering” inilah yang kini disematkan pada BUMDes Cumo Kunyeik.

“Kami ingin BUMDes ini menjadi sumber ekonomi yang mengalir terus seperti air di Sumur Kunyit. Nama ini adalah doa sekaligus penghormatan terhadap identitas lokal kami,” ujar pihak Pemerintah Desa Amar Sakti di sela peninjauan lokasi.

Fokus Ketahanan Pangan di Tebat Gedang

Pembangunan BUMDes Cumo Kunyeik saat ini difokuskan pada budidaya ikan air tawar. Tebat Gedang dipilih karena memiliki kualitas air yang prima dan ekosistem yang mendukung untuk mencetak produksi ikan konsumsi skala besar.

Langkah ini diambil sebagai strategi konkret Pemdes Amar Sakti dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Nantinya, hasil panen dari BUMDes ini diharapkan mampu:

  1. Memenuhi kebutuhan protein warga dengan harga yang lebih terjangkau.

  2. Menciptakan lapangan kerja bagi pemuda desa di sektor perikanan.

  3. Menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang akan dikembalikan untuk pembangunan infrastruktur desa lainnya.

Potensi Wisata dan Edukasi

Tidak berhenti pada budidaya ikan, ke depannya kawasan BUMDes Cumo Kunyeik di Tebat Gedang diproyeksikan menjadi kawasan edukasi dan wisata lokal. Perpaduan antara nilai sejarah Sumur Kunyit dan pengelolaan kolam ikan yang modern diyakini akan menarik minat pengunjung dari luar desa.

Saat ini, pengerjaan fisik terus dikejar dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Edi Tanjung