👁️ Dilihat: 55 kali

KERINCI MEDIA SINDENT – Harmoni kepemimpinan yang hangat dan penuh kesejukan tengah menghiasi Bumi Sakti Alam Kerinci. Dua wilayah serumpun yang sejak 2008 berdiri sebagai dua pemerintahan—Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci—kini seolah kembali menyatu melalui kedekatan dua sosok pemimpinnya: Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dan Bupati Kerinci, Monadi.

Dua pemimpin ini tak sekadar menjalin hubungan kerja, tetapi memperlihatkan keakraban sebagai mitra yang berjalan seirama. Kedekatan mereka terlihat semakin kuat dari waktu ke waktu, menjadi pemandangan langka yang dirasakan sangat menyejukkan bagi masyarakat dua daerah bertetangga tersebut.

Di tengah dinamika politik, administrative, hingga kepentingan pembangunan yang kerap berbeda arah, kehadiran sepasang pemimpin yang rukun dan saling mendukung ini ibarat angin segar yang membawa harapan baru. Banyak warga menyebut sinergi keduanya sebagai “duet satu jiwa,” yang diharapkan mampu mendorong lompatan kemajuan bagi Sakti Alam Kerinci.

Sejumlah warga menyampaikan optimisme mereka atas kekompakan Alfin dan Monadi.

“Senang melihat kedekatan dan kekompakan Pak Wali Kota dan Pak Bupati,” ujar Gusnadi, warga hilir Kabupaten Kerinci. “Kebersamaan ini membuat kami merasa dua daerah seperti kembali terhubung.”

Nada serupa juga disampaikan oleh warga Kota Sungai Penuh.

“Beliau berdua memberi contoh bagaimana seharusnya pemimpin menjaga komunikasi dan hubungan baik,” ungkap Fitria. “Inilah yang kami rindukan selama ini.”

Kedua pemimpin ini memang dikenal rajin saling hadir dalam berbagai agenda pemerintahan maupun sosial budaya. Tidak ada sekat antara kabupaten dan kota ketika keduanya melangkah bersama. Mulai dari rapat-rapat penting, pertemuan strategis lintas daerah, acara adat, hingga kegiatan budaya, Alfin dan Monadi selalu menunjukkan kekompakan yang tulus.

Pemandangan itu kembali terlihat pada Rabu (3/12), ketika Wali Kota Alfin hadir mendampingi Bupati Monadi dalam pembukaan Festival Budaya Kerinci 2025 “Balik Ku Dahin” di Dermaga Danau Kerinci. Bukan sekadar hadir, keduanya tampil mengenakan pakaian tradisional khas tempo dulu—mewakili semangat untuk kembali meneguhkan jati diri dan identitas budaya Kerinci.

Keakraban mereka bukan hanya sekedar simbol seremonial, tetapi juga bentuk sinergi nyata bahwa kepemimpinan dua daerah ini bergerak dalam irama yang sama: membangun, menyatu, serta merawat hubungan baik demi kepentingan masyarakat.

Kehangatan itu turut dirasakan masyarakat yang menyaksikan langsung kebersamaan keduanya.

“Kalau pemimpin rukun dan kompak, Insya Allah perubahan besar dan kebaikan akan tampak di Bumi Sakti Alam Kerinci,” ungkap Heru, warga Kabupaten Kerinci, penuh harap.

Kebersamaan Alfin–Monadi kini menjadi harapan baru tentang babak baru hubungan Sungai Penuh dan Kerinci. Sinergi ini membawa pesan bahwa dua daerah serumpun tidak harus berjalan sendiri-sendiri, melainkan bisa berkolaborasi, saling melengkapi, dan memajukan satu sama lain.

Dalam pandangan banyak pihak, harmoni kedua pemimpin ini bukan hanya indah secara emosional, tetapi juga strategis secara pembangunan. Dengan kepala daerah yang saling mendukung, peluang percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, peningkatan pelayanan publik, hingga kerja sama ekonomi semakin terbuka lebar.

Kini, masyarakat menanti langkah-langkah besar berikutnya dari duet satu jiwa ini—sebuah kolaborasi yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan nama besar Sakti Alam Kerinci sebagai daerah yang maju, damai, dan penuh harmoni.