πŸ‘οΈ Dilihat: 45 kali

KERINCI MEDIA SINDENT –Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, secara resmi menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kerinci, Rabu (26/11/2025). Agenda penting ini merupakan tahapan konstitusional dalam proses perencanaan keuangan daerah untuk memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kerinci dan dihadiri para Wakil Ketua serta seluruh anggota DPRD. Turut hadir unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan insan pers yang menyaksikan jalannya penyampaian rencana anggaran strategis tersebut.

Pendapatan Daerah 2026 Turut Mengalami Kenaikan

Dalam pemaparannya, Wabup Murison menjelaskan bahwa pendapatan daerah Kerinci pada tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp1,119 triliun, yang terdiri dari:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp50,969 miliar
    Meningkat 3,16% dibandingkan tahun sebelumnya sebagai hasil optimasi potensi pendapatan lokal.

  • Dana Transfer: Rp1,055 triliun
    Bersumber dari pemerintah pusat dan antar daerah sebagai tulang punggung pembiayaan program unggulan.

  • Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah: Rp12,372 miliar

Belanja Daerah 2026 Disusun Lebih Efisien

Total belanja daerah pada tahun anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp1,141 triliun, atau turun 7,93% dibandingkan perubahan APBD sebelumnya. Dengan komposisi tersebut, RAPBD 2026 mengalami defisit Rp21,788 miliar, yang ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah pada nilai yang sama.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Belanja Operasional β€” Rp811,332 miliar

  • Belanja Pegawai: Rp598,118 miliar

  • Belanja Barang dan Jasa: Rp206,260 miliar

  • Belanja Subsidi: Rp80 juta

  • Belanja Hibah: Rp6,873 miliar

2. Belanja Modal β€” Rp49,255 miliar

Difokuskan untuk:

  • pembangunan gedung dan bangunan,

  • peralatan dan mesin,

  • belanja tanah,

  • peningkatan jalan dan irigasi,

  • serta pengadaan aset lainnya demi percepatan pembangunan daerah.

3. Belanja Tidak Terduga β€” Rp3,1 miliar

Dialokasikan untuk respons cepat dalam keadaan darurat.

4. Belanja Transfer β€” Rp277,428 miliar

Sebagian besar diarahkan untuk bantuan keuangan kepada desa guna memperkuat pembangunan tingkat tapak.

Komitmen Pemerintah: Efektivitas Belanja dan Kesejahteraan Warga

Wabup Murison menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan efektivitas belanja daerah agar setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, pemerintah harus mengambil langkah tepat untuk memprioritaskan program yang benar-benar mendesak dan berpengaruh langsung pada peningkatan layanan publik dan kesejahteraan warga.

β€œTidak semua aspirasi masyarakat dapat kita akomodasi dalam satu tahun anggaran. Namun pemerintah akan tetap fokus pada program prioritas yang mendukung visi pembangunan Kabupaten Kerinci,” ujar Wabup Murison.

Ia juga menekankan agar seluruh pimpinan perangkat daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) aktif mengikuti pembahasan RAPBD, menyiapkan data pendukung, dan mematuhi jadwal yang telah ditetapkan.

Penyerahan Dokumen RAPBD 2026

Acara paripurna diakhiri dengan prosesi resmi penyerahan dokumen Rancangan APBD Kabupaten Kerinci Tahun 2026 dari Wakil Bupati Kerinci kepada Pimpinan DPRD. Penyerahan ini menjadi simbol dimulainya tahapan pembahasan lebih mendalam di tingkat legislatif sebelum penetapan APBD.

Dengan penyampaian RAPBD 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan tekad untuk terus menjalankan roda pembangunan yang inklusif, transparan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.