👁️ Dilihat: 49 kali

KERINCI MEDIA SINDENT –  Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menunjukkan komitmen memperkuat sektor peternakan rakyat melalui Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Varietas Itik Lokal Kerinci, yang digelar di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Senin (20/10/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, dan dihadiri Sekretaris Daerah Zainal Efendi, Kadis TPH Radium Halis, serta Kadis Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi. Kedatangan Bupati disambut meriah dengan tarian rebana anak-anak desa sebagai simbol dukungan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Itik Kerinci adalah kekayaan genetik daerah yang harus dijaga dan dikembangkan secara profesional, sehingga tidak hanya melestarikan plasma nutfah lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Bupati juga menyerahkan bantuan mesin bajak apung “Kura-Kura” kepada kelompok tani setempat sebagai dukungan modernisasi pertanian dan peternakan.

Pelatihan menghadirkan narasumber akademisi, Prof. drh. Fahmida, MP, yang memaparkan strategi pengembangan varietas unggul itik berbasis teknologi pakan dan sistem pemeliharaan modern. Kadis Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju industrialisasi peternakan rakyat, termasuk pengembangan produk turunan seperti telur asin dan daging olahan untuk menambah nilai ekonomi.

Antusiasme peternak terlihat tinggi. Salah satu peserta, Aspriadi, mengaku pelatihan memberi kepercayaan diri untuk menjadikan itik sebagai usaha utama, sementara Sailendra, petani sekaligus peternak lokal, menyampaikan bahwa bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat kecil.

Bupati Monadi menegaskan bahwa pengembangan Varietas Itik Lokal Kerinci merupakan program unggulan Pemkab Kerinci dalam mewujudkan visi “Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera”, dengan harapan itik Kerinci menjadi ikon unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan berpotensi menembus pasar ekspor.