Sungai Penuh MEDIA SINDENT – Seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi Partai Golkar, Fahrudin, menjadi sorotan tajam publik setelah diduga melontarkan kata-kata kasar dan menghina para pekerja bangunan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di proyek pembongkaran Pasar Beringin.
Insiden yang terjadi beberapa hari lalu itu dinilai sebagai bentuk perilaku tidak etis yang mencederai marwah lembaga legislatif. Dalam suasana sidak yang seharusnya berjalan profesional, Fahrudin justru terekam menunjukkan sikap emosional dan menyebut para pekerja dengan kata-kata bernada penghinaan, termasuk menyebut nama hewan secara terbuka.
Perilaku Fahrudin sontak memicu reaksi keras dari masyarakat. Berbagai kecaman muncul di media sosial dan ruang publik, menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh etika dan pelindung masyarakat kecil.
Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan netizen bahkan mendesak agar Partai Golkar segera mengambil tindakan tegas, termasuk memberikan sanksi atau pemecatan jika terbukti melakukan pelanggaran etika berat.
Kalau wakil rakyat justru merendahkan rakyat, lalu kepada siapa lagi masyarakat bisa berharap? Ini bukan sekadar emosi, tapi penghinaan terhadap profesi pekerja,” tulis salah satu komentar di media sosial.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azmi, merespons cepat gelombang kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa partainya tidak akan menoleransi perilaku kader yang mencoreng nama baik lembaga maupun partai.
“Kami sudah menerima laporan lengkap. Besok, Senin, yang bersangkutan akan kami panggil untuk klarifikasi. Hari ini juga, DPD Golkar akan mengeluarkan surat peringatan resmi sebagai bentuk langkah awal penanganan,” tegas Fikar Azmi, saat dikonfirmasi Wartawan Minggu (18/10/2025).
Fikar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para pekerja yang merasa tersinggung atas ucapan Fahrudin. Ia menegaskan bahwa partai akan bertindak objektif dan sesuai mekanisme internal untuk menegakkan disiplin kader.
“Kami sangat menyayangkan insiden ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh. Golkar berkomitmen menjaga etika politik dan integritas kader, terutama yang duduk di lembaga publik,” tambahnya.
Hingga berita ini dirilis, Fahrudin belum memberikan klarifikasi ataupun permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Sementara desakan agar ia segera menyampaikan penjelasan terus menguat.
Masyarakat kini menantikan sikap tegas dari Partai Golkar sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap peristiwa yang telah menimbulkan keresahan publik tersebut.





Tinggalkan Balasan