👁️ Dilihat: 65 kali

Merangin,MEDIA SINDENT – Wakil Bupati Merangin mendampingi Anggota Komite IV DPD RI, Dr. Hj. Elviana, M.Si, dalam kunjungan langsung ke lokasi pembangunan Dapur Makan Bersama Gratis (MBG) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang klarifikasi langsung di lapangan terhadap isu yang sempat beredar luas di media sosial, yang menuding dapur MBG menggunakan rumah subsidi. Elviana dan jajaran pemerintah daerah memastikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Kami datang langsung untuk melihat progres pembangunan dapur MBG dan sekaligus meluruskan isu yang berkembang. Rumah yang digunakan bukan rumah subsidi, tetapi milik pribadi yang dibeli secara cash dan disewa resmi oleh yayasan. Tidak ada unsur pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan fasilitas negara,” tegas Elviana di hadapan awak media.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuan utama program MBG adalah untuk memastikan masyarakat  khususnya anak-anak sekolah mendapatkan akses makanan bergizi dan sehat secara rutin.

Wakil Bupati Merangin yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap program sosial ini, dan menyayangkan adanya informasi keliru yang mencoreng semangat kolaborasi sosial demi kesejahteraan masyarakat.

Ajakan Gotong Royong, Bukan Sentimen

Elviana juga menyampaikan harapannya agar semua pihak bisa bergandeng tangan, bukan saling menjatuhkan:

“Saya justru mengajak seluruh anggota legislatif, baik di pusat maupun daerah, serta seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM, untuk bersama-sama membangun dapur MBG. Lihat NU dan Muhammadiyah, mereka sudah lebih dulu berkontribusi. Kenapa kita di Jambi tidak bisa bersatu untuk kebaikan rakyat kita sendiri?”

Masih Dalam Proses Pengerjaan

Dapur MBG di Sungai Ulak sendiri masih dalam tahap pembangunan dan belum selesai 100 persen. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menilai sebelum melihat hasil akhir.

Elviana menegaskan bahwa program MBG ini tidak terkait kepentingan politik, melainkan murni gerakan sosial untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan gizi yang layak.

“Yang paling penting bagi saya bukan polemik yang dibuat-buat, tetapi bagaimana anak-anak di Jambi bisa mendapatkan hak dasarnya untuk makan sehat setiap hari. Itu yang menggerakkan hati saya,” pungkasnya.