👁️ Dilihat: 41 kali

Damasrata MEDUA SINDETN – Di tahun 2025 ini, tim pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) berhasil mendapatkan Hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi; Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Kelompok skema yang didapat adalah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang belum terlalu produktif secara ekonomi, yakninya Komunitas Wanita Pengumpul Jelantah (KWPJ) Dharmasraya.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendorong peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa di Perguruan Tinggi dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan selama kurang lebih dari 8 bulan. Kegiatan sudah dimulai sejak bulan Juni 2025 hingga sekarang. Adapun kegiatan pengabdian ini Diketuai oleh Aprimadedi,

Dosen Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia UNDHARI. Anggota dari pihak dosen adalah Muhammad Hendra dari Prodi Manajemen Universitas Sumatera Barat dan Elinda Revita dari prodi Sistem Informasi UNDHARI.

Sedangkan anggota dari unsur mahasiswa adalah Desmi Ofrita dari Prodi Sistem Informasi dan Dandi Rahmatullah, dari Prodi Manajemen UNDHARI.

Adapun UKM yang diberikan pendampingan adalah KWPJ Dharmasraya yang berada di Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Komunitas ini diketuai oleh Betria. KWPJ Dharmasraya ini berinisiatif mengumpulkan minyak jelantah dengan menjemputnya secara langsung dari warga dan usaha gorengan yang ada di Dharmasraya.

Pada saat ditemui, Aprimadedi, selaku ketua tim pengabdian, menuturkan tiga permasalahan krusial yang dialami oleh mitra sebagai urgensi pengabdian,

Permasalahan pertama adalah dalam bidang produksi. Saat ini, minyak jelantah yang dikumpulkan oleh mitra tidak langsung diproduksi menjadi produk bernilai ekonomi. Permasalahan kedua adalah terkait manajemen usaha.

Di kondisi saat ini, mitra belum melakukan catatan pembukuan terstruktur. Permasalahan ketiga yang dialami oleh mitra adalah dari aspek pemasaran.

Setelah diberikan pendampingan intensif berupa aplikasi IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) serta pendampingan inovasi pengolahan melalui pelatihan terstruktur agar meningkatkan keterampilan mitra dalam mengubah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin aromaterapi.

Sedangkan, untuk mengatasi permasalahan manajemen usaha dimana mitra belum melakukan pembukuan terstruktur dalam mencatat modal, keuntungan dan pendapatan.

Maka pengabdian ini memberikan solusi konkret berupa pendampingan dan pelatihan terkait manajemen usaha, utamanya tentang pembukuan otomatis menggunakan aplikasi Buku Kas.

Dalam hal permasalahan pemasaran, untuk isu pemasaran dari hulu dimana mitra masih mendapatkan minyak jelantah yang terbatas dengan maksimal 527 liter/4 bulan.

Maka pengabdian ini memberikan solusi konkret berupa memberikan pelatihan digital marketing yang memadai beserta cara pemasarannya kepada mitra, baik melalui sosialisasi langsung maupun secara digital via Instagram, Facebook, Tiktok dan lain sebagainya.

Akhirnya, karena pendampingan yang diberikan tersebut, sudah terjad peningkatan usaha mitra secara signifikan.

“Pendampingan yang diberikan tim PKM UNDHARI sangat membantu dalam peningkatan usaha kami, terutama di aspek pelabelan, pembukuan otomatis dan pemasaran produk. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek yang telah mendanai kegiatan ini,” pungkas Betria, selaku mitra kegiatan.”