👁️ Dilihat: 47 kali

KERINCI, MSNC – Haru dan harapan menyelimuti ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Kerinci, Rabu (5/3), saat Bupati Kerinci terpilih Monadi, S.Sos, M.Si, dan Wakil Bupati H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, menyampaikan pidato perdana mereka sebagai pemimpin baru Kabupaten Kerinci untuk periode 2025–2030.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, pidato Bupati Monadi menjadi lebih dari sekadar seremonial ia menjadi titik awal dari babak baru bagi tanah Kerinci yang kaya budaya dan alam. Dengan mata yang berkaca-kaca dan suara yang mantap, Bupati Monadi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kerinci yang telah menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi yang damai dan bermartabat.

“Kami berdiri di sini bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai pelayan bagi rakyat yang telah memberi kami kepercayaan. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak KPU, Bawaslu, TNI-Polri, insan pers, dan semua yang telah menjaga demokrasi ini tetap utuh,” ucap Monadi, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih dari sekadar ucapan, Monadi juga menegaskan tekadnya untuk menjadikan Kerinci sebagai daerah yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera. Bersama Wakil Bupati Murison, mereka menghadirkan lima misi besar yang menjadi arah kompas pembangunan selama lima tahun ke depan—mulai dari pembenahan birokrasi dan layanan publik, penguatan ekonomi berbasis pertanian, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur dan ketahanan lingkungan, hingga dorongan terhadap inovasi dan kemandirian daerah.

Namun, Monadi menyadari, tugas ini bukan hal yang ringan. Ia menundukkan kepala sejenak sebelum mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandeng tangan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh sinergi dari semua pihak DPRD, Forkopimda, pemerintah pusat dan provinsi, serta tentu saja masyarakat Kerinci sendiri. Ini adalah kerja bersama,” tuturnya dengan nada yang mengandung kerendahan hati dan semangat kolaborasi.

Pidato ini tidak hanya menyentuh sisi teknokratis, tetapi juga menggugah emosi hadirin. Harapan baru terpancar dari wajah-wajah yang hadir di ruang rapat paripurna. Beberapa anggota DPRD bahkan terlihat berdiskusi hangat seusai pidato, menyampaikan dukungan dan harapan kepada pemimpin baru mereka.

Sebelum menutup pidatonya, Bupati Monadi mengajak semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai awal dari perjalanan besar membangun Kerinci yang lebih mandiri, adil, dan berkelanjutan.

“Kita sedang menulis babak baru sejarah Kerinci. Mari kita pastikan, setiap halaman yang kita torehkan adalah tentang kerja keras, kebersamaan, dan cinta pada negeri ini,” pungkasnya.

Pidato perdana ini menandai langkah awal yang sarat makna sebuah komitmen dan janji untuk hadir, bekerja, dan melayani. Di bawah kepemimpinan Monadi dan Murison, masyarakat Kerinci kini menggantungkan harapan bahwa perubahan bukan lagi sebatas wacana, melainkan janji yang akan diwujudkan bersama.

( Edi Tanjung )