👁️ Dilihat: 55 kali

Kerinci Jambi MSNC  – Dalam semangat kebersamaan dan optimisme menuju kemandirian pangan, Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung yang digelar di halaman Polsek Air Hangat, Senin (19/05/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional dan memperlihatkan kolaborasi erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Disambut cuaca cerah dan semangat para petani, Bupati Monadi bersama Wali Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, serta para petani turun langsung ke lahan jagung. Momen panen ini bukan hanya selebrasi hasil pertanian, tetapi juga penegasan bahwa kerja sama lintas sektor mampu menghadirkan dampak signifikan bagi kemajuan pertanian daerah.

“Panen raya ini bukan hanya soal hasil yang kita petik, tapi juga tentang kekuatan sinergi, gotong royong, dan kepedulian terhadap masa depan pangan kita. Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak, terutama jajaran Polres Kerinci, yang telah berkontribusi besar dalam keberhasilan program ini,” ungkap Bupati Monadi dalam sambutannya.

Program penanaman jagung yang diinisiasi oleh Polres Kerinci sebelumnya telah berlangsung di 9 Polsek dengan total 13 titik tanam, mencakup luas lahan mencapai 6,57 hektar. Ini menunjukkan komitmen aparat keamanan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, mempererat rasa kebersamaan serta membuka ruang diskusi untuk pengembangan pertanian ke depan.

“Kami ingin program seperti ini terus berlanjut, bahkan berkembang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani dan pemuda tani. Inilah cara kita membangun kemandirian dan menjaga ketahanan pangan daerah,” tambah Bupati Monadi dengan semangat.

Panen raya jagung ini diharapkan menjadi inspirasi dan model kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan rakyat bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tapi juga memperkuat fondasi kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian lokal.

( RK)