Kerinci Jambi .MSNC – Kondisi jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses vital bagi para petani menuju area perladangan di wilayah Pematang Tengah, seberang Sungai Merangin, Desa Pengasi Lama, Kecamatan Bukit Kerman, kini kian memprihatinkan. Kerusakan yang terus terjadi menjadikan jembatan ini bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan warga yang melintasinya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah bagian jembatan mengalami kerusakan cukup parah. Papan pijakan yang menjadi alas utama telah banyak yang lapuk, berlubang, bahkan beberapa di antaranya hampir terlepas. Tiang-tiang gantungan pun tampak mulai berkarat dan longgar, menambah kekhawatiran warga terhadap risiko jembatan ambruk saat digunakan.
“Saat kami menyeberang, hati ini tak pernah tenang. Tiap langkah seperti taruhan. Kalau salah injak, bisa celaka,” ungkap seorang petani yang setiap hari menggunakan jembatan untuk membawa hasil panennya.
Dari informasi yang dihimpun media ini, ratusan warga peladang kini benar-benar menggantungkan harapan kepada Pemerintah Daerah Kerinci, khususnya kepada Bupati Kerinci, agar kiranya dapat memberi perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut. Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi merupakan jalan utama menuju sumber penghidupan mereka.
“Jembatan ini satu-satunya akses kami ke ladang. Kalau ini putus, habis sudah harapan kami. Kami hanya bisa berharap kepada Bapak Bupati, agar sudi kiranya membantu kami memperbaikinya,” kata warga dengan nada penuh harap, Senin (12/5) saat ditemui di lokasi.
Lebih dari sekadar sarana transportasi, jembatan ini juga menyimpan nilai sejarah. Dibangun pada masa kepemimpinan Bupati H. Murasman beberapa tahun lalu, jembatan ini dahulu menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap masyarakat pedesaan.
“Dulu jembatan ini dibangun oleh Pemda saat Pak Murasman menjabat. Kami sangat menghargai itu. Tapi sekarang, kami mohon dengan sangat, jangan biarkan peninggalan ini hancur perlahan tanpa ada perbaikan. Ini bukan hanya kenangan, ini nadi kehidupan kami,” ujar warga dengan suara lirih.
Masyarakat berharap, dengan disampaikannya kondisi ini melalui media, pihak terkait dapat segera tergerak untuk turun tangan. Sebab, bagi warga Pengasi Lama, jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik tetapi penghubung harapan antara ladang dan kehidupan,” pungkasnya
Penulis : Rakina
Editor : Edi Pengasai





Tinggalkan Balasan