👁️ Dilihat: 56 kali

Sungai Penuh, Jambi – MSNC . Dalam semangat memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian pertanian, Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, memimpin langsung kegiatan penanaman padi serentak di Kawasan Arah 100, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Tanah Kampung, pada Senin (22/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman padi serentak se-Provinsi Jambi, yang digelar serempak di berbagai kabupaten/kota, sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan pangan nasional di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Wako Alfin menyampaikan laporan kondisi pertanian Kota Sungai Penuh kepada Wakil Gubernur Jambi, Drs. Abdullah Sani, M.Pd, melalui sambungan telekonferensi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 3.155 hektare lahan sawah yang tersebar di wilayah Kota Sungai Penuh.

“Namun perlu kami sampaikan, beberapa waktu lalu Kota Sungai Penuh sempat dilanda banjir, yang cukup berdampak pada lahan pertanian. Untuk itu, kami sangat berharap program normalisasi Sungai Batang Marao dapat segera direalisasikan agar produksi pertanian dapat kembali optimal,” jelas Wako Alfin.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Sungai Penuh dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen penuh pemerintah kota dalam mendukung program nasional swasembada pangan, sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.

“Swasembada pangan adalah prioritas bersama. Kami di Pemerintah Kota Sungai Penuh siap memberikan dukungan strategis, mulai dari penyediaan sarana pertanian, pendampingan teknis, hingga pembangunan infrastruktur penunjang,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Wakil Walikota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, SE, MM, Kepala Dinas Pertanian, para Camat, serta Kepala Desa. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mereka bahu-membahu menanam padi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan.

Harapannya, gerakan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi beras, tetapi juga membawa angin segar bagi kesejahteraan petani, sekaligus menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Provinsi Jambi.

(Rakina)