👁️ Dilihat: 55 kali

Sungai Penuh Media Sindent.News.com- Insiden kekerasan kembali terjadi di Kota Sungai Penuh. Kali ini, aksi perang sarung yang kerap dilakukan oleh remaja saat bulan Ramadan berujung pemukulan. Peristiwa tersebut berlangsung di pangkalan ojek dekat SMP 3 Sungai Penuh pada Jumat malam (7/3), mengakibatkan dua remaja, NA (16) dan FD (16), menjadi korban.

Kejadian ini menjadi perhatian setelah video perkelahian tersebut viral di grup WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan delapan remaja yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mereka adalah AR (16), RR (15), MA (17), JI (17), IJ (16), GA (16), MN (16), dan HM (16), yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Kumun Debai. Selain itu, polisi juga menyita lima kain sarung dan tujuh unit handphone sebagai barang bukti.

Kronologi Kejadian

Kabag OPS Polres Kerinci, AKP Yudistira, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika dua korban tengah berada di pangkalan ojek dekat SMP 3 Sungai Penuh. Tiba-tiba, sekelompok remaja berjumlah lebih dari sepuluh orang datang dan melayangkan kain sarung ke wajah korban. Merasa diserang, korban berusaha mengejar para pelaku hingga ke Desa Aur Duri.

“Saat tiba di Jembatan Desa Aur Duri, korban melihat Tim Patroli Elang Kota dan langsung melaporkan kejadian tersebut,” ujar AKP Yudistira.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang kedapatan membawa kain sarung yang telah dilipat menyerupai cambuk. Para pelaku langsung dibawa ke Polres Kerinci untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Tidak berhenti sampai di situ, sekitar pukul 23.30 WIB, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kerinci kembali menangkap lima pelaku lainnya. Dengan demikian, total delapan orang remaja telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di ruang Sat Reskrim Polres Kerinci.

Polisi Imbau Masyarakat Bijak Menyelesaikan Masalah

AKP Yudistira menegaskan bahwa situasi saat ini sudah kondusif dan terkendali. Ia mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengajak seluruh warga untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan bijaksana dan menghindari aksi anarkis yang dapat berujung pada pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga akan terus melakukan patroli guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.( *)